Tidak Akan Kuat Melawan Jokowi

Oleh: Iyya Subiakto
Kita tau selama Jokowi memimpin Indonesia kenyamanan para bangsawan salah jalan jadi tertahan. Lihatlah kekuatan mereka sejak melengserkan Habibie, Gusdur.
Habibie ditolak laporan pertanggung jawabannya, Gusdur di makzulkan dgn fitnah luar biasa. Kalau Mega itu cuma gimmick saja, jeda waktu menunggu barang baru stok lama.
 
Doi memerintah dua priode, semua kembali senyap, kegusaran rakyat diamankan dgn kepura-puraan, subsidi di lanjutkan, model pemerintahan orba dijelmakan kali kedua setelah jeda hanya 6,5 thn saja.
Hal itu menandakan kaderisasi orba merata dan tertata, faktanya Cendana dan Cikeas itu sama saja. Duplikasi yg presisi.
Makanya kehadiran Jokowi tak bisa mereka terima, jadilah rencana pemakzulan yg makin terbuka, mereka under estimated, mereka kira Jokowi pemimpin kawe2. Jokowi itu petarung mas. Dia tidak mengumbar jabnya, dia pakai upper cut yg meremukkan dagu lawannya.
Kau pakai obor rakyat, padam. Pakai lebaran kuda, lari. Terus ini mau coba nakut-nakuti pakai apalagi. Basi tau !
Kemenangan Jokowi pada priode kedua dgn angka 55% itu menandakan bhw gayanya dan prilakunya makin disukai rakyatnya. Ini sebuah energi dan kekuatan nyata bahwa kebenaran yg dijalankan makin menyadarkan rakyat bahwa Indonesia butuh pemimpin sejati, bukan pemimpin yg sakit hati, sudah mantan kok malah rentan. Kerjanya baperan, bukannya menikmati pensiun sbg negarawan, eh malah ikut politik murahan kelas lesehan.
Presiden itu jabatan Mbah bukan warisan, jadi jangan paksakan anak cucumu utk bisa dapat kesempatan yg sama, apalagi pakai maksa. Manalah mungkin Tuhan mengizinkan negeri halaman surga ini diurus anak bau ingus.
JOKOWI ITU PILIHAN KAMI, JANGAN COBA KELABUI KAMI DGN CARA DAN GAYA YG BASI.
TAFAKURLAH SEBELUM TERSUNGKUR !! JANGAN BAPER LAGI, LEBAYYYY
 
(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)
Saturday, October 17, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: