Tidak Ada yang Kekal

ilustrasi

Oleh : Eddy Pranajaya

Segala sesuatu yang ada di alam semesta tidak ada satu pun yang sifatnya tetap, semuanya selalu berubah dan terus bergerak seiring bergeraknya bumi pada porosnya dan benda-benda langit lainnya.

Cuaca terang benderang dapat tiba-tiba berubah begitu mendadak turun hujan lebat ; air laut yang teduh tenang dapat seketika bergelombang dahsyat menakutkan ; orang yang sehat wal'afiat, bisa tiba-tiba mengalami kelumpuhan, bahkan meninggal secara mendadak ; keluarga yang rukun dan bahagia, dapat secara tiba-tiba pecah berantakan ; orang yang kaya raya serba berkecupan, bisa secara tiba-tiba bangkrut akibat salah kalkulasi, dsb.

Hanya ada satu-satunya yang kekal, yaitu Realitas. Karena Realitas adalah apa adanya, tidak ada baik dan tidak ada buruk. Hanya hidup didalam kenyataan apa adanya, tidak ada baik dan tidak ada buruk, tidak ada suka dan tidak ada duka ; tanpa menilai dan membandingkan.

Karena baik dan buruk, suka dan duka adalah penilaian, permainan pikiran manusia saja. Permainan pikiran yang bersumber dari "si aku" dan untuk "aku" semata. Berdasarkan untung dan rugi bagi "si aku".

Masyarakat hanya menilai apa yang dilihatnya, tapi benarkah penilaian manusia akan segala sesuatu diluar dirinya itu benar dan tak terbantahkan ?

Lihat saja masyarakat yang terlalu mengagungkan agama, yang menganggap bahwa jika orang yang tidak beragama atau tidak seagama itu pasti bakal masuk neraka, tidak peduli walaupun orang itu selalu melakukan kebajikan, tapi berhubung tidak beragama atau berbeda agama, maka segala kebajikan yang telah dilakukannya tidak ada gunanya sama sekali untuk mendapatkan tiket menuju surga.

Menurut penilaian orang picik yang cuma pintar hafalkan teori, tapi tidak mengerti tentang Realitas ; seorang yang sedari kecil sudah belajar agama, hafal ayat-ayat, pintar mentafsirkan ayat-ayat, rajin sembahyang, tidak pernah lupa berdoa tepat waktu ; maka sampai tua dan mati pun pasti akan jadi manusia yang baik, percaya Tuhan, dan sholeh ... dan pasti masuk surga ...

Padahal Realitas / Kenyataan yang tak terbantahkan adalah tidak ada satu pun didunia ini yang sifatnya tetap, segala sesuatu terus berubah ... dulu aku seorang manusia yang baik, jujur, taat kepada Tuhan ; tapi sekarang belum tentu aku seperti aku yang dulu ... kemarin aku selalu sabar, jujur, apa adanya ... tapi hari ini aku jadi pemarah, pembohong, munafik ... esok hari barangkali aku masih pemarah, tapi kembali jujur, dan apa adanya ... dulu aku jahat, pendendam, egois ... tapi sekarang aku tidak jahat, pemaaf, berempaty ... dst ... dst ... selalu berubah dan tidak kekal.

Ada siang ada malam, ada gelap ada terang ; ada panas ada dingin ; ada badai ada pelangi ; ada musim panas, gugur, dingin, semi ; ada baik ada buruk ; ada suka ada pula duka ; ada kelahiran ada kematian ; ada sehat ada sakit ...

Setelah manusia mati ; apa yang akan terjadi pada dirinya ? Tidak ada seorang pun yang tahu !!! Yang pasti bahwa orang itu tidak bisa lagi bernafas.
Itulah Realitas.

Kalau ternyata Realitasnya segala sesuatu tidak ada yang kekal dan pasti ; apa gunanya memegahkan diri seolah-olah diriku adalah sebaik-baiknya manusia dan agamaku adalah yang paling baik ???

Apa pula faedahnya menilai orang lain lalu membandingkan mereka dengan diriku sendiri ???

Nyatanya penilaianku atas diriku sendiri saja tidak pernah benar dan selalu berubah seperti berubahnya jumlah molekul udara yang aku hirup dan aku keluarkan dari lubang hidungku.

Bagaimana mungkin aku dapat menilai orang lain baik atau buruk, sedang bersuka ria atau berduka ; berTuhan atau kafir ???

Menyadari itu semua, maka alangkah akan lebih bijak jika mulai detik ini aku hanya percaya kepada Realitas, karena Realitas tidak pernah berbohong ; Realitas selalu bicara apa adanya tanpa menambah atau mengurangi ; Realitas adalah satu-satunya yang abadi ...

Rahayu 

Sumber : Status facebook Eddy Pranajaya

Tuesday, June 30, 2020 - 11:15
Kategori Rubrik: