Tidak Ada Rush Money

ilustrasi
Oleh : Awan Kurniawan
 
Hari ini tagar #RushMoney menjadi trending Twitter. Entah apa mau mereka, yang jelas menyimak percakapan mereka , miris. Mereka berniat menghancurkan ekonomi kita.
 
Niatan menghancurkan ekonomi kok di bilang jihad konstitusional. 
 
Mengajak orang lain untuk melakukan perbuatan yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi itu ancaman makar. Penjara tempatmu.
 
Kondisi perbankan secara nasional saat ini dalam kondisi baik dan akan tetap kuat meskipun dalam menghadapi ajakan aksi "rush money" yang ente sebarin itu. Uang yang tersimpan di Bank kita 5000 an Triliyun, tahu artinya apa cuk...!!!? 
 
Artinya Cuk.....!!! kalau ada 2 juta orang sekalipun menarik uang secara bersamaan, ekonomi kita masih bisa koprol kece badai kayak nenek lho waktu masih muda.  
 
Kondisi perbankan itu cukup baik industri perbankan tumbuh 6,1% secara tahunan atau year on year (yoy) pada 2018. Sepanjang tahun lalu, DPK perbankan mencapai Rp 5.455,5 triliun.
Capital adequacy ratio (CAR) perbankan juga saat ini masih dalam kondisi baik, DPK-nya juga baik, likuiditas perbankan juga cukup dan terjaga dengan baik. 
 
Ente kudu paham cuk....!!!, Perbankan mengelola sebagian besar aliran uang masyarakat, dan juga menjalankan sistem pembayaran. Jika terdapat gangguan terhadap sistem perbankan, maka masyarakat akan merasakan imbas negatif seperti sulitnya mengajukan kredit dan menarik simpanan.
 
Ente,  harus paham cuk...!!, bahwa kehidupan kita sudah sangat terkait dengan bank. Gaji dan uang masyarakat dikelola bank. Itu hal yang menjadi bagian dalam hidup kita.
 
Makanya itu otak jangan ampek keseleo pikir, keracunan kotoran onta sih lho cuk..!!!
 
Sumber : Status Facebook Awan Kurniawan
Friday, May 24, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: