Tidak Ada Orang Rasis Di Bali

ilustrasi

Oleh : Aldira Maharani

Bali itu rumah kedua saya setelah bandung.

Keindahan alam, keramahan warga nya, toleransi yang indah dan terjaga dengan baik sangat saya rindukan jika berkunjung ke pula dewata.

Tetapi, Perempuan yang bernama Lisa Marlina telah merusak semua itu dengan penghinaannya pada bali dimana dia menuliskan pelacur dan pelacuran ada di setiap jengkal bali.

Begini Lisa Marlina,

Saya seorang muslim, sama seperti kamu dan kita berdua Perempuan yang sama-sama memakai jilbab.

Belajar sopan, belajar etika, menjaga lisan, belajar menghormati serta menghargai orang lain yang berbeda agama dengan kita, itu penting.

Bukan cuma untuk berkehidupan di dunia, Namun lebih kepada memanusiakan sesama manusia lain nya.

Kamu tahu, Apa yang saya rasakan setiap berkunjung ke bali?

Di Bali nilai dan norma kebaikan Toleransi dijunjung tinggi.

Di Bali tidak ada orang rasis yang ingin menegakan khilafah untuk mengganti Pancasila.

Di Bali tidak ada orang rasis yang mengujarkan kebencian terhadap etnis minoritas.

Di Bali tidak ada orang rasis yang sok suci dalam beragama.

Di Bali tidak ada orang rasis yang memanggil temannya dengan sebutan kafir.

Bagi saya, Bali dan segenap rakyat nya adalah anugerah terindah dari Tuhan.

Mengingatkan bangsa Indonesia akan pentingnya menghargai keberagaman dan perbedaan.

Om Swastiastu...

Matur Suksma Tuhan untuk bali.

Sumber : Status Facebook Aldira Maharani

Monday, July 22, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: