Tiba-Tiba Saya Rindu Gus Dur

Ilustrasi

Oleh : Herry Tjahjono

Dia pernah dihina buta mata, tapi dialah tokoh nasional, guru bangsa - yang paling melek hatinya.

Bahkan hatinya jauh lebih melek dari mereka yang melek mata tapi hatinya rabun bahkan buta - dan bisanya hanya mencaci-maki orang lain serta pemimpinnya.

Dia buta mata, tapi melek hati. 
Dia dituntun untuk berjalan, namun hatinya menuntun bangsa ini.

Namanya Gus Dur, saya beruntung pernah bertemu beliau, ngobrol sembari makan malam dan belajar banyak hal tentang kehidupan untuk menjaga hati kita selalu melek.

Di tengah maraknya preman politik, politisasi agama dan intoleransi seperti sekarang, tiba-tiba saya rindu Gus Dur.

Masih terngiang tawanya yang terkekeh-kekeh : 
"He he he, ngono wae kok repot mas Herry..."

-HT-

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Saturday, April 7, 2018 - 21:15
Kategori Rubrik: