Tiba-Tiba Miskin

ilustrasi

Oleh : Nurul Agustina

Siang ini dapat cerita dari Nay, yg kemarin sore sepedaan ke rumah tantenya. Melewati masjid, Nay melihat tiga ibu yg antri pembagian nasi kotak utk berbuka puasa. Yang membuat Nay heran adalah, waktu balik dia melihat ternyata ketiga ibu itu tinggal di rumah yang cukup bagus. Bukan orang susah, katanya. Nay jg sempat mencuri dengar salah satu ibu bilang, "Nggak cukup nasi kotak segini, karena sekarang anak-anak nggak boleh ikutan antri." #tersayat

(Memang selalu kurang berapapun ifthar yg disediakan panitia Ramadhan kali ini. Jadi terpaksa mereka membuat aturan seperti itu.)

Saya jadi ingat acara Jelang Ramadhan pagi tadi di Net TV, ttg pentingnya mengelola keuangan di masa pandemi. Salah satu narasumber (lupa namanya), mengatakan bahwa kelompok bawah justru lebih aman posisinya saat ini. Pertama mereka terbiasa kerja keras, kedua mereka adalah sasaran berbagai program bantuan pemerintah (pusat atau daerah). Mulai dr sembako sampai kartu prakerja.

Yang diam-diam terdera parah efek pandemi adalah kelompok menengah yg tiba-tiba kehilangan pekerjaan, padahal banyak dari mereka yg punya cicilan, mungkin menjadikan kartu kreditnya sebagai sumber income kedua, dan selama ini merasa aman dengan gaji, tapi tidak menjadi sasaran bantuan apapun.

Pesan lain narsum yang saya garisbawahi, hari ini kita harus hidup secara esensial, karena situasi ini akan berlangsung entah sampai kapan.

Iya, ini mungkin over-generalisasi. Tapi pengamatan sang narsum atas situasi seperti itu pastilah ada benarnya. "Kita berprasangka baik aja, Dek. Bahwa mereka adalah kelompok yg kedua ini. Bukan orang-orang yg iseng ngambil jatah nasi kotak orang yg tidak mampu."

Terakhir, kayaknya pesan ini harus saya ulang-ulang utk diri sendiri: seberapapun kecilnya sedekah yg kita bisa berikan hari ini, kita harus bersyukur berkali-kali lipat karena masih dimungkinkan punya "tangan di atas". Pun, memberi itu sebenarnya membuka jalan pertolongan Semesta lebih besar bagi diri sendiri ketimbang bagi orang lain yang tampaknya kita bantu. Saya kok percaya itu ya.

Sumber : Status Facebook Nurul Agustina

Tuesday, May 12, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: