Thi-Khi-i-Beng

ilustrasi

Oleh : Dody Djunaedi

Buat generasi 80-an yg hobi membaca, pasti tak asing dengan cerita silat Asmaraman Kho Ping Hoo. Seorang penulis asli Indonesia, yg ternyata selama hidupnya tidak pernah menginjakkan kaki ke negeri China, dan tidak juga bisa ngomong maupun menulis dalam bahasa China. Luar biasa! Semua karangan fiksi silatnya yg berlatar belakang negeri Tiongkok dihasilkan hanya lewat imajinasi, kreatifitas dan studi literatur yg tentu saja sangat terbatas dijamannya (1970-an). Jika dibandingkan, kemampuannya menurut saya bisa disandingkan dgn Karl May, seorang pengarang berkebangsaan Jerman dgn karyanya yg sangat terkenal di Indonesia, petualangan Winnetou, seorang Indian dgn sahabatnya si kulit putih Old Shatterhand. Sama seperti Kho Ping Hoo, Karl May pun menulis dan menggambarkan Amerika, hanya menggunakan imajinasi, kreatifitas dan bantuan peta Amerika, dengan literatur yg juga sangat terbatas. Karl May baru bisa menginjakkan kakinya di bumi Amerika saat buku2nya sudah terkenal.

Balik lagi ke karya Kho Ping Hoo, para penggemarnya, tentu akan sangat hapal istilah-istilah Gin-kang, Sin-kang, Lwee-kang, Gwa-kang. Itu adalah jenis2 kemampuan yg dimiliki oleh para pendekar dalam tokoh2 Kho Ping Hoo. Ginkang adl ilmu meringankan tubuh, Sinkang dan Lweekang adalah ilmu tenaga dalam yg bersumber dari teknik pernafasan dan latihan terus menerus ditambah dengan ritual bersemedi. Sedangkan Gwakang, yg saya ingat, katanya ilmu tenaga luar alias mengandalkan otot dan fisik saja. Biasanya dimiliki oleh para pendekar newbie dan para penjahat kelas kampung. Ilmu berikutnya sebagai jurus pamungkas menaklukkan lawan adalah Ngang-kang (hehehe...yg ini asli becanda, jadi lupain aja).

Dalam serial Pendekar Kayu
Harum, salah satu seri yg paling terkenal dan paling panjang, kedua terpanjang setelah serial Bu kek Siansu, Kho Ping Hoo menambah satu tingkatan ilmu tenaga dalam yg lebih hebat lagi bernama Thi-Khi-I-Beng ( Yang ini serius). Tenaga dalam ini sangat luar biasa, karena mampu menyedot dan memindahkan Sinkang lawan hanya dengan menyentuhnya. Ueedan tenan. Tokoh Pendekar pertama yg memiliki kemampuan ajaib ini adalah Cia Keng Hong, yg kemudian mewariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi, sampai sekarang.

Lho kok sampai sekarang? Iya, sampai sekarang. Karena saya yakin ilmu Thi Khi i Beng saat ini dimiliki oleh Presiden Jokowi. Karena bisa jadi beliau juga dulu adalah penggemar Kho Ping Hoo seperti saya, hanya bedanya beliau lebih tekun bacanya, sehingga tanpa sadar ilmu Thi Ki i Beng nya terserap....hehehe.

Yang jelas, lewat drama selama 3 hari terakhir ini Presiden Jokowi telah mampu menyerap dan memindahkan tenaga lawan untuk menjadi tambahan kekuatan bagi dirinya. Dan itu buat saya adalah Thi Khi i Beng, ilmu ajaib yg tidak semua orang bisa memilikinya, kecuali orang baik yang berbakat dan berhati bersih. Begitu kira2.
Udah ah sebelum tambah ngawur..

Sumber : Status Facebook Dody Djunaedi

Friday, October 25, 2019 - 11:00
Kategori Rubrik: