Tetaplah Melangkah Veronica Tan

ilustrasi

Oleh : Herry Tjahjono

Saya masih ingin menulis sekali lagi tentang seorang perempuan bernama Veronica Tan.

Waktu itu, sekitar dua tahun yang lalu - puncak penistaan terhadap sang suami datang dalam hidupnya. Sebagai istri, jiwanya sobek melihat suaminya menghadapi perlakuan paling ironis dan tragis dalam hidupnya. Berjuang dengan segenap jiwa raga bagi bangsanya, namun bangsa ini juga yang menjerumuskannya ke dalam penjara.

Bahkan semua jasa suaminya yang melahirkan selaksa cinta rakyat, ditepiskan begitu saja oleh hakim yang menyedihkan. Di belahan hatinya yang lain sebagai seorang ibu, ia hanya bisa menangis perih ketika mengingat pertanyaan anak-anaknya : 

"Ma temanku pada bertanya, kenapa papa jadi tersangka ? Bukankah papa orang baik ? Bukankah papa menghabiskan nyaris segenap waktunya untuk rakyat ? Kenapa ma...? Dan kenapa kini papa juga harus dimasukkan penjara..."

Sambil mengeraskan hatinya, perempuan itu meminjam kalimat-kalimat perkasa dari suaminya : " Kalian harus bangga, sebab papa masuk penjara karena berjuang bagi negeri ini, sebagai patriot sejati. Bukan sebagai pengkhianat. Bukan sebagai maling uang rakyat."

Dan semua luka itu ditutup dengan sebuah penolakan, sebuah kekalahan - meski kekalahan itu lebih karena cara-cara brutal yang dipakai menyerang suaminya. Dia pasti menangis dan terluka, sebab dia hanya perempuan biasa. Orang melihatnya hebat tetap berdiri tegar di samping suaminya, bahkan saat suaminya menghadapi badai terbesar dalam hidupnya seperti saat ini. Mungkin benar, tapi tidak sepenuhnya - sebab dia tetap perempuan biasa yang lembut dan perasa.

Bahkan entah berapa liter air mata jiwanya tertumpah pada hari-hari itu, meski dia menyimpannya rapi di balik senyum manisnya.

Dia kini memang sudah terpisah dari lelaki yang pernah dicintainya, yang bersama telah membesarkan anak-anak hebat. Dia memang sudah tak berada di samping Ahok - tatkala lelaki itu menghirup udara bebas pertama kali sejak dikurung.

Vero tak ada di sana, tapi dia pernah hadir dalam hidup lelaki itu. Pernah. Jejak kisah mereka tetap tak akan terhapuskan dari buku republik ini.

Tetaplah melangkah Veronica Tan...

-HT-

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Monday, January 28, 2019 - 10:45
Kategori Rubrik: