Tetap Dirumah Meski Banyak yang Sembuh

ilustrasi

Oleh : Wahyu Rudyanto

Memasuki medio akhir Maret, perkembangan penanganan pasien suspect Corona menunjukkan hasil cukup signifikan. Bahkan Kota Malang dan Surakarta berhasil menyembuhkan semua pasien suspect Corona. Tentu ini kabar yang menggembirakan selain kabar masih terus bertambahnya jumlah suspect Corona ditingkat nasional. Dengan wilayah luas, jumlah penduduk yang besar dan tingkat pendidikan yang tidak merata, memang perspektif masyarakat mengenai Corona difahami beragam.

Hal ini bisa ditunjukkan adanya 200 jamaah masjid di Jakarta Barat maupun 28 jamaah di Bengkulu yang harus di karantina karena ngeyel tetap melakukan pertemuan walau jelas-jelas dilarang.

Tentu kondisi ini beda dengan para pedagang kecil, ojek online maupun masyarakat bawah lain yang memang masih tetap keluar rumah untuk bekerja. Wong mereka bekerja saja masih kekurangan sebab pembeli memang berkurang. Untungnya pemerintah menurunkan beberapa kebijakan stimulus meringankan beban mereka seperti menggratiskan pembayaran listrik dengan daya 450 VA dan potongan 50% bagi daya 900 VA.

Pun pengurangan, relaksasi atau restrukturisasi di cicilan kendaraan atau rumah yang sedang digodok OJK maupun bantuan bagi PKH. Pemerintah pusat total menggelontorkan 405 T untuk penanganan Corona. Harapannya akan meringankan masyarakat kecil sehingga mereka cukup terbantu.

Nah berbagai stimulus tadi hendaknya mampu mengendalikan masyarakat supaya tetap disiplin dalam social distancing maupun physical distancing. Berbagai kabar baik yang diberitakan media maupun sosial media bukan berarti keadaan makin aman atau Corona berkurang. Percayakan kepada pemerintah serta tenaga kesehatan bekerja secara serius menurunkan jumlah yang terkena wabah. Bila belum dinyatakan aman, hendaknya tetap tahan diri dan tidak melakukan interaksi diluar rumah apalagi untuk urusan tidak penting.

Terus suarakan berita baik dengan diikuti bahwa sudah banyak masyarakat yang bergerak saling bahu membahu dan bergotong royong meringankan beban orang lain.

Ajak lingkungan, teman, saudara, komunitas yang kita miliki untuk melakukan sesuatu meringankan sesama. Saat ini modal yang bisa digerakkan untuk meminimalisir pertambahan pasien Corona ya dengan semangat kebersamaan. Tidak sedikit yang menggerakkan solidaritas mengajak peduli terhadap sesama. Yang juga penting mengingatkan menahan keluar rumah dan menahan diri bertemu maupun berinteraksi dengan orang lain apalagi mengabaikan protokol kesehatan Corona.

Sudah banyak yang menyampaikan bahwa bila kita terjangkit Covid 19 bukan hanya menyusahkan keluarga namun juga teman, tetangga hingga pemerintah. Bukankah kita masih punya harapan, mimpi dan cita-cita untuk diwujudkan dimasa depan? Percaya bahwa wabah ini bakal berlalu bagus namun bukan berarti kita sok tahu bahaya sudah lewat dari Indonesia. Dengarkan para ahli berbicara dan apa yang disampaikan pemerintah. Bila memang belum dinyatakan aman, ya tahan diri supaya jumlah yang terkena pandemi makin hari bukan tambah banyak.

Wednesday, April 1, 2020 - 23:30
Kategori Rubrik: