Tetap Bersama Jokowi

Ilustrasi

Oleh : Mamang Haerudin

Untuk 5 tahun yang masih sedang berjalan dan 5 tahun ke depan, saya harus jujur mengatakan bahwa belum ada calon pemimpin yang mampu menyaingi Jokowi dari segi kinerja dan prestasi. Jokowi memang manusia biasa, banyak kekurangan dan sebagaimana manusia biasa perlu untuk diawasi dan diingatkan. Maka sekalipun saya memilih tetap bersama Jokowi, itu bukan berarti kehilangan daya kritis. Sebab tidak menutup kemungkinan di sekeliling Jokowi ada oknum-oknum jahat. Untungnya Jokowi menjadi seorang pemimpin yang terbuka dan merangkul. Ia juga tidak terlalu baperan, malah dalam banyak persoalan tergolong cuek tetapi tetap cerdik.

Kritik-kritik yang sebetulnya bukan kritik, yang selama ini dialamatkan oleh oposisi dan para pembenci Jokowi adalah sederet kritik yang tidak pantas dan kritik yang tanpa disertai tawaran solusi. Kritik itu memang perlu tetapi bukan dengan cara-cara yang keliru. Jokowi dituduh anti Islam dan mengkriminalisasi ulama. Kritik tidak berdasar ini merupakan tuduhan yang sangat keji. Mana mungkin Jokowi membenci ulama, tetapi di saat yang sama ia begitu rajin bersilaturahim ke pesantren-pesantren. Dan selalu disambut dengan meriah nan hangat oleh para kiai, santri dan masyarakat.

Mereka, para pembenci Jokowi juga menyerang dengan isu-isu yanh dipahami setengah-setengah, misalnya soal Tenaga Kerja Asing (TKA). Tapi alhamdulillah, Jokowi tetap menghadapi tudingan itu dengan sabar melalui Kementerian Tenaga Kerja. Berkali-kali Pemerintah melakukan klarifikasi tapi toh klarifikasi itu tak sampai membuat para oposisi dan pembencinya reda melakukan tuduhan demi tuduhan. Jokowi juga diserang dengan isu utang luar negeri. Jujur saja, sebelumnya saya juga hampir terkecoh ketika membaca berita soal utang luar negeri Indonesia. Tetapi setelah dicari kebenarannya, ternyata barulah saya paham.

Oleh karena itu, mereka yang membenci Jokowi tanpa ampun itu adalah mereka yang gila kekuasaan dan mereka yang hanya sekadar ikut-ikutan. Saya sangat berharap kepada para pendukung Jokowi untuk tetap bersikap sederhana, tidak perlu reaktif dan apalagi sombong. Para lawan Jokowi hanya bisa dikalahkan dengan prestasi-prestasi dan edukasi politik yang santun kepada masyarakat. Sudah saatnya kita fokus menata Indonesia. Itu artinya mendukung Jokowi, bukan karena keuntungan materi, bukan karena pribadinya, tetapi karena memang kapasitas dan kualitas kepemimpinannya luar biasa. Sekali lagi kita jangan reaktif, tersulut emosi mereka. Kita harus lebih sabar dan kreatif dalam membangun Indonesia bersama Jokowi.

Wallaahu a'lam

Sumber : Status Facebook Mamang Haerudin

Saturday, June 16, 2018 - 15:15
Kategori Rubrik: