Tetap Bergerak dimasa Sulit

ilustrasi

Oleh : Aries Susanto

Menjelang waktu Isya' tadi, istri saya menerima panggilan telepon dari teman kenalannya. Kebetulan, kenalan sesama emak emak itu kini mengabdi di sebuah lembaga di bawah Kemensos.

Sambil memangku anak bungsu kami yg masih balita, istri saya terdengar menjawab pertanyaan kenalannya itu ttg situasi warga di sekitar perumahan kami satu per satu. Mulai kondisi ekonominya, anak anaknya, pekerjaan suami istri, sampai kondisi terkini akibat pandemi covid-19.

"Kira kira Mbak, siapa keluarga di sekitar rumah saat ini yg paling layak mendapatkan bantuan dari pemerintah?"begitu kira kira tanya sang penelpun yg saya dengar.
"Walah....lha kalau ditanya saat ini, ya semua warga di sekitar perumahan kami sangat butuh bantuan Mbak,"jawab istri tertawa kecil.

"Lha gimana tidak, wong semua warga kena dampaknya. Pekerja pabrik sudah dirumahkan, aktivitas jualan berhenti, usaha jasa sepi semua. Aktivitas dibatasi. Saat ini, kepala warga pening semua mikir angsuran rumah, angsuran kendaraan, tagihan listrik, air, telpun, biaya anak sekolah, makan sehari hari..."jawab istri saya.

Usai itu, saya tak tahu bagaimana sang penelpun mengambil kesimpulan. Mungkin lega, karena tugas dia untuk mensurvei situasi ekonomi terkini dari atasannya telah usai. Dan esoknya, dia bisa berangkat ke kantor dg tenang karena telah menyelesaikan tugas tugasnya.
Mungkin juga, dia mulai ikut empati dan setidaknya bisa merasakan atmosfer batin warga yg tak karuan saat ini. Semoga saja...
* * *
Azan isya pun bersahutan. Saya bergegas ke musola di samping rumah. Sambil melangkah, saya bertanya dlm diri, "Lha di saat menjawab pertanyaan kenalannya itu, apakah istri saya juga teringat tagihan listrik dan air rumahnya, angsuran rumahnya, pinjaman KUR-nya, hingga THR kru kami yg masih buram ?"
....

Sumber : Status Facebook Aries Susanto

Monday, May 4, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: