Teruslah Menakut-Nakuti Rakyat!

Oleh: Heni Nuraini

 

Saya sangat mengerti strategi #Genderuwo yang akan terus Anda lakukan hingga April 2019, Pak...

Alih-alih mengkampanyekan program apa yang akan Anda lakukan 5 tahun ke depan khususnya di bidang ekonomi, Anda akan terus menakut-nakuti masyarakat wabil khusus pendukung fanatik Anda, bahwa jika bukan Anda yang terpilih menjadi Wapresnya, ekonomi Indonesia akan terpuruk dan punah di 2030...

 

 

Tapi Pak, jika Anda terus melakukan strategi ini, pasar dan para pelaku usaha akan memberikan sentimen negatif pada Anda, padahal para pelaku usaha adalah pemutar roda perekonomian dan sumber penerimaan negara.

Pun jika terpilih, Anda akan jadi pemimpin yang dikucilkan oleh dunia internasional, para investor akan lari, dan yang datang ke sini hanya para mafia yang akan membuat APBN berapor merah kembali seperti rezim sebelumnya..

Tidak ada uang, karena uangnya masuk ke kroni-kroni Anda. 
No Pembangunan karena uangnya tidak ada. Menteri-menteri Anda sibuk berkolusi dan memperkaya diri sendiri. Semua elit berpesta pora seperti sedia dulu kala..

Lalu rakyat dapat apa, baik yang memilih, maupun yang tidak memilih Anda, Pak.. ??

Teruslah menakuti-nakuti rakyat, Pak...
Karena saya yakin tidak akan banyak merubah apa-apa. 
Yang awam dan bodoh dan tertakuti oleh strategi 'genderuwo' Anda, akan tetap awam dan bodoh...sementara rakyat yang sudah cerdas tidak akan menjadi bodoh karena Anda membodoh-bodohi mereka..

Pak, saya beritahu satu hal barangkali pendukung Anda belum menyadari..

Rakyat yang mendukung rival Anda adalah rakyat yang memilih karena merasakan langsung hasil kerja nyatanya selama hampir 5 tahun ini.
Dan karena rival Anda bekerja nyata merata di seluruh nusantara, dari Sabang sampai Merauke, dari Mianga sampai Pulau Rote, mereka yang mendukung rival Anda datang dari seluruh penjuru nusantara, Pak.

Mereka memilih rival Anda bukan karena pencitraannya.. Lawan Anda sesungguhnya adalah hasil kerja nyata Rival Anda.

Jadi kalau Anda tidak beranjak merubah strategi Anda, percayalah Anda tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali habisnya harta benda untuk kampanye 'pembodohan' ini.

Karena apa ? 
Rakyat yang masih berdoa bagi keberkahan dan kebaikan negeri ini masih lebih banyak dari rakyat yang mengharapkan sebaliknya, Pak.
Bahkan rakyat yang memilih tidak mengikuti pesta demokrasi ini juga harapannya tetap sama, keberkahan negeri, di bawah pemimpin yang setidaknya tidak nencelakai mereka.

Goreng terus isu utangnya, Pak.

Saya mengerti Bapak memang tidak pernah punya itikad baik untuk mencerdaskan rakyat. Bapak cuma ingin mengejar kekuasaan dengan membodohi rakyat yang sama sekali awam ilmu-ilmu ekonomi.
Apa Bapak merasa pantas dipilih dengan cara licik seperti ini ?

Sebagai rakyat pemilih yang rasional, tentu tegas saya katakan, Bapak tidak pantas dipilih, bahkan untuk posisi pejabat publik apapun.

Karena saya sudah paham, Bapak hanya akan mengatakan kepada publik, bahwa rasio utang terhadap PDB yang sebesar 29% tidak aman, untuk menakut-nakuti pendukung Bapak..

Tapi pasti Bapak akan menyembunyikan fakta bahwa UU menetapkan batas aman rasio utang afalah hingga 60%. Jadi bahkan belum mencapai setengahnya dari batas maksimal, Pak. Masih jauuuh... 
Kecuali Bapak ingin mengatakan bahwa pembuat UU itu kumpulan orang-orang bodoh. 
Tapi sebagai pelaku usaha, kenapa baru Anda katakan sekarang jika UU gak benar, Pak ??

Bapak juga pasti akan menyembunyikan fakta bahwa rasio utang kita terhitung paling rendah sedunia, ternasuk di ASEAN.

Bapak juga pasti tidak akan berbicara di depan wartawan fakta bahwa nilai PDB kita telah naik melejit di atas US$ 1 trilyun, sehingga sekarang Indonesia sudah naik kelas dari negara berkembang menjadi negara kelas menengah.

Jadi, Bapak juga pasti tidak akan mengatakan pada publik, dengan kondisi demikian sehat, bahkan untuk menambah utang lebih besar dari yang sekarang pun APBN kita masih aman.

Apalagi APBN yang nencapai targat pendapatan lebih dari 2000 trilyun rupiah, artinya kita sangat mampu nembayar utangnya, dengan defisit yang masih di bawah 3%.

Bapak pasti tidak akan menceritakan bagaimana rival Bapak selalu mampu membayar utang jatuh tempo dengan tepat waktu, tanpa pernah meminta penjadwalan ulang.
Rakyat ditakuti oleh kolega koalisi Anda tentang "Jebakan Utang" (Debt Trap), tapi usaha kalian sia-sia saja...

Karena "hoax" tidak akan pernah mengalahkan "fakta", Pak. .

Faktanya rupiah kita justru terusvmenguat menembus Rp.13.000an, terbaik yang kedua sedunia. Pak.. 
Meskipun Bapak takut-takuti akan melemah hingga mencapai angka psikologis..

Tapi nyatanya Bapak jual sendiri juga dollar Bapak saat kurs Rp.15.000, artinya Bapak sendiri sudah paham itulah angka tertinggi yang akan bisa ditembus... Dan Bapak sudah mengantongi untung besar kan ?!

Ya, saya akui Bapak memang cerdas soal hitungan ekonomi. Jika tidak bapak tidak akan menjadi pengusaha yang sekaya raya seperti sekarang.

Sayangnya kecerdasan Anda, hanya digunakan untuk mengejar kekuasaan dengan cara membodohi rakyat yang awam ilmu ekonomi.

Unfaedah sekali kecerdasan Anda, Pak..

Tapi bagaimanapun saya tetap mendoakan smoga Bapak sehat selalu. Cukup rekan Bapak yang terkena flu berat, ya, Pak. Take care...
.

(Sumber: Facebook Heni Nuraini)

Friday, February 1, 2019 - 23:30
Kategori Rubrik: