Tertawalah Lihat Politikus Indonesia

Ilustrasi

Oleh : Rijal Mumazziq

Kecuali politik kebangsaan dan ketatanegaraan, nggak usah serius-serius mikir politik, khususnya politik praktis yang melibatkan para elit. Anggap saja menonton reality show kayak di tipi-tipi itu. Lucu, penuh rekayasa, dan jelas banyak ngibulnya.

Sebelum dipinang Pak Jokowo sebagai cawapres, Pak Jusuf Kalla pernah melontarkan statemen, "Bila Jokowi jadi Presiden, bisa hancur negara ini."

Konyolnya, Pak JK kemudian menjadi RI-2 mendampingi sosok yang dia kritik. Hahaha...

Di lain pihak, ada juga video Pak Prabowo yang memakai baju kotak kotak diapit Jokowi dan Ahok.

"Saudara Jokowi sudah dipilih, yang dipilih bukan Indonesia tapi dunia. Salah satu dari 25 walikota terbaik di dunia, karena itu kita harus jadikan dia Gubernur terbaik di Indonesia", tutur Pak Prabowo saat mengkampanyekan Jokowi dalam pilkada Jakarta. Jejak digital memang kejam, jenderal!

Pengen ketawa, tapi kok takut dosa. Ya wis, mesem saja lah. Wong dalam politik itu hal absurd yang unik juga terjadi. Gus Dur memang perkasa menghadapi lawan-lawan politik dan ideologis yang sepadan, setangguh Real Madrid saat menghadapi raksasa di zona Champions Eropa. Tapi titik lemah para jawara memang terpeleset saat berhadapan dengan lawan yang tak dinyana. Seperti Madrid yang pernah dijungkalkan klub liliput Murcia, Gus Dur juga disodok sama keponakannya, yang hingga kini juga jualan nama Gus Dur kemana-mana. Memang, sebagaimana Samson yang punya kelemahan fatal, Gus Dur juga punya: dia selalu ditelikung sama yang punya nama "Min". Tahu sendirilah. Hahaha dobol kowe Min, Min!

Dalam bahasa Zimbabwe purba, polah tingkah begini disebut dengan istilah "nggiyapleki". Sedangkan dalam bahasa Swahili kuno, perilaku demikian ini disebut dengan istilah kampretos mamamia lezatos domestos nomos.

Karena politik itu reality show, jadi ya anggap saja nonton acara Rumah Uya, Katakan Putus, atau nonton tayangan Bikin Mewek. Ya begitulah. Dianggap kenyataan, tapi kpk meragukan. Dinilai tayangan boongan-rekayasa nanti orangnya marah. Hahaha.

Jadi, ayolah nonton politik praktis yang mulai menghangat menjelang pilkada dan pilpres begini nggak usah pethentengan. Kita gegeran mau saling bacok, elit yang dibela malah bernegosiasi bagi bagi ghanimah. Ealah. Jadi ya ayo dibikin santai. Sebab dalam politik sebuah peristiwa itu memang asyik jika dikemas secara dramatik.

Ayo ngopi dulu luuuur, teluuuuur...

Sumber : Status Facebook Rijal Mumazziq

Saturday, April 14, 2018 - 13:15
Kategori Rubrik: