Terorisme, Pembodohan dan Agama

Oleh : Jody Ananda (Aa Jojot)

Khadimul Status #Madzhab69 & Aliansi Murabbi Perjuangan

Gadis kecil itu memasuki sebuah pasar yang sedang sibuk di Konduga, sebuah kota kecil di Nigeria. Tak ada yang mencurigainya, ia hanya gadis kecil yang mungkin ingin membeli kue di pasar. Gadis biasa yang ada dalam pandangan kita sehari-hari. Beberapa detik berlalu, ia mengeluarkan sebuah tas dari dalam tubuhnya. Sebuah ledakan yang keras menceraiberaikan potongan tubuhnya bersama korban lainnya.

Beberapa saat kemudian, BOKO HARAM, sebuah organisasi teroris, mengklaim bertanggungjawab atas ledakan yang telah menghilangkan puluhan nyawa dalam sekejap itu.

*********

Kita menyepakati bahwa terorisme tidak punya agama. Tak ada ajaran agama dan moral apapun yang mengajarkan perilaku teror dalam bentuk kekejian yang paling nyata dalam sejarah manusia. Pemboman, pembakaran, pembunuhan atau bunuh diri massal dan lain sebagainya.

Namun, pelaku teror itu punya agama. Adakah yang menyangkal bahwa Ku Klux Klan, sekte penebar teror di Amerika, adalah orang Kristen? Mereka membunuhi kulit hitam Amerika yang membaca Injil yang sama.

Adakah yang menyangkal, bahwa Gandhi, humanis bertubuh ringkih itu, dibunuh oleh penganut Hindu fanatik? Wirathu, seorang biksu Budha beraliran radikal asal Birma, yang mengajak orang untuk membunuhi Rohingya? Wajahnya bahkan masuk dalam majalah Time, dengan caption, "The Face of Buddhist Terror".

Adakah yang menolak fakta bahwa Osama bin Laden, Boko Haram, ISIS, Amrozi cs, Bahrun Naim, Santoso dll adalah orang Islam?

Kenyataan bahwa banyak pelaku teror mengambil inspirasi tindakannya dari tafsir agama yang dimilikinya, seharusnya membuat kita berpikir : Ada yang salah, sesat, menyimpang dari tafsir-tafsir ini. Dan harus kita akui, TAFSIR-TAFSIR SESAT dan menyimpang ini, tak lebih dari cover atau bungkus dari keinginan dan MOTIF POLITIK-EKONOMI.

*******

Teroris bukan orang bodoh. Merakit bom, menentukan sasaran dan strategi pengalihan bukanlah pekerjaan yang bisa dikerjakan orang bodoh.

Mereka orang pintar yang dibodohi dengan doktrin. Wasilah (sarana) apa yang memungkinkan hal tersebut?

Walau agak sesak mengatakannya, dari berbagai kejadian dan motif pelaku teror, hal ini hanya bisa dilakukan dengan sarana agama. Tafsir atas agama dan kitab suci, yang diperkosa dengan keji atas nama politik dan kekuasaan.

Tak ada satu pun pemeluk agama yang waras mau agamanya dinista dan direndahkan seperti itu. Mengakui bahwa ada sebagian kecil bagian dari umat ini yang sakit dan menistakan Islam dengan tindakan teror berbasis tafsir kebencian, adalah langkah awal pengobatan yang menyeluruh.

Mari kita melawan terorisme itu dengan meletakkan kembali sendi dasar ajaran agama itu sendiri : AKAL SEHAT yang berpikir dan HATI NURANI.

Salam.
#BersatuLawanTerorisme
#IndonesiaKuat #SuroboyoWani

#IslamAdalahKedamaian

=========

Referensi :

1. https://www.theguardian.com/…/nigeria-three-suicide-bombers…

2. Ku Klux Klan - https://en.m.wikipedia.org/wiki/Ku_Klux_Klan

3. BJP and Nathuram Godse - http://www.frontline.in/…/the-bjp-and-na…/article4328688.ece

4. Wirathu, The Face of Buddhist Terror http://content.time.com/…/ma…/article/0,9171,2146000,00.html

5. Ayat-ayat Fitna - https://m.detik.com/…/quraish-shihab-bagikan-gratis-40-ribu…

Sumber : facebook Jody Ananda

Tuesday, May 15, 2018 - 11:45
Kategori Rubrik: