Terorisme Bukan Mainan Bro!

Oleh: Aldie Al Kaezzar
 

Miris ngeliat masih ada netizen yg sibuk ngebuat teori konspirasi, sampe waktu tayang berita di website pun dimasalahin. Pagi2 udah geleng kepala baca BC dan posting yg viral masalah ciri terorisme asli yg disebut2 sbb:

- Banyak korban, di atas belasan
- Posting video ancaman dulu
- Mengaku setelah bertindak
- Sasaran pusat keramaian
- Pelaku hancur tidak bisa dikenali
- Pelaku tidak bawa identitas
- Menghancurkan benda sekeliling

Entah dari mana sumbernya. Yg jelas bener2 sesat. Di banyak tempat di dunia, aksi bom bunuh diri ga selalu berakibat banyak korban jiwa. Anda bisa lihat sendiri statistiknya di sini misalnya (http://cpostdata.uchicago.edu/search_new.php).

 
 

Contoh skrinsut di bawah adalah kasus "belt bomb" IS di beberapa negara selama 2015-2016 yg menyasar aparat dan sipil. Ga selamanya serangan bunuh diri itu selalu berhasil. Dan berhasil pun belum tentu ada korban jiwa (selain pelaku). Sejauh ini korban jiwa bom Kp.Melayu udah 5 orang termasuk 2 yg diduga pelaku. 5 korban luka dr polisi dan 5 dr sipil, jd total ada 15 korban. Kurang?

Apalagi "kewajiban" ada video peringatan atau pengakuan, sama sekali ga ada dasarnya. Ga semua aksi terorisme itu pake gaya ala onanimus-anominus aspal yg kemaren buat video mau nyerang ini itu (tp paling modal DDoS). Buat video seolah2 dilakuin orang luar pake bahasa Inggris tp tampilan hape settingan bahasa Indonesia. Beda kelas. Apa insiden di Manchester kemarin itu ada video ancaman jg?

Masalah efek kehancuran bom ke sekeliling pastinya tergantung jenis dan karakter bomnya. Ga bisa disamain tiap kasus. Efek bom bali dan bom pressure cooker Kp.Melayu efeknya pasti ga akan sama.

Yg makin ngebuat miris itu seolah ada rasa ga rela kalo kelompok radikal dicurigai sebagai pelaku. Kenyataannya, selama ini memang mereka terbukti ngelakuin aksi terorisme. Ga perlu dan jangan dikaitin sama Islam. Mereka itu ekstrimis yg justru sikapnya jauh dr ajaran Islam. Kalopun pelakunya dr kelompok ini, mereka ga perlu dibela.

Dan ga perlu juga bawa2 FPI, HTI atau ormas lain. Selama ini ga pernah polisi nyebut ormas Islam jd tersangka teroris. Ga ada. Jadi ga perlu sensi dan esmosi buta sampe enteng nuduh semua rekayasa gara2 belakangan ormas itu lagi berkasus sama aparat.

Apalagi dikait2in dengan pengalihan isu kasus Ahok lah, kasus chatseks lah. Bro, pengalihan isu itu biasanya dilakuin pihak yg di bawah tekanan, bukan sebaliknya. Di kasus manapun, pihak terlibat itu yg di bawah tekanan, bukan aparat. Aparat, kasarnya, cuma nunggu pihak terlibat datang dimintain keterangan. Jd kalo ada yg perlu pengalihan isu ya justru pihak yg terlibat. Tujuannya biar aparat ga sibuk ngejar2 mereka. Nyebut pengalihan isu sebenernya malah kaya nuduh ormas2 itu pelakunya biar polisi ga sibuk sama mereka. Padahal ini ga ada kaitannya, ini masalah terorisme, bukan ormas.

Belakangan ini aksi terorisme byk nyasar polisi. Saya sendiri ga heran kalo belakangan ini gencar isu yg ngasih stigma kalo polisi dan negara itu anti Islam. Isu begini patut diduga bagian dr propaganda terorisme global. Makin banyak orang benci, makin banyak orang yg bisa "dimanfaatin" untuk melawan aparat dan negara. Dan udah kejadian di negara2 lain modusnya begini.

Semua ada di tangan kita. Silahkan kontra, kritik atau ga suka. Tapi menjadi benci, hasad atau dengki, itu jelas bukan pilihan.

 

(Sumber: Facebook Aldie A)

Thursday, May 25, 2017 - 19:30
Kategori Rubrik: