Teroris Bukan Mujahidin

Ilustrasi

Oleh : Arif B Santoso

8 November 2008 Imam Samudra dimakamkan di Banten. 
9 November, Amrozi dan Ali Gufron dimakamkan di Lamongan dengan liputan besar-besaran oleh media.

Aku masih ingat, seorang reporter yang melaporkan dari kediaman Amrozi berkali menyebut mereka sebagai mujahid. Menarasikan mereka sebagai pembela agama.

Dalam hatiku, astagaaaa... tai sekali kalau mereka disebut demikian.
Lhaaa kok kersane Allah di latar belakang kulihat Dorce datang ke kediaman Amrozi sambil berakting tersedu sedih sekali.

Saat itu, mungkin Bom Bali yang pertama menimbulkan kegamangan bagi masyarakat muslim. Salah tingkah, bingung, wagu, kemlompong, menyikapi peristiwa laknat itu.

Apalagi persis setelah 3 bersaudara asal Lamongan itu ditangkap, muncul Achmad Midan mengatas namakan Team Pembela Muslim menjadi pengacara pembela mereka.

Orang yang sama, pada tanggal 10 Mei lalu meneriakkan HAM bagi para napiter pembunuh polisi penyidik di Mako Brimob.

Aku ingat, nyaris semua masjid melantunkan khotbah yang sama, mereka bukan Islam, bukan ajaran Islam dan bukan bagian umat Islam.

Meski Om Dorce sambil tersedu sedan menyebut mereka sebagai pejuang islam.

Asu sekali.

Dan sansoyo kemasu ketika 10 tahun kemudian masih ada pengingkaran bahwa para teroris itu bukan dari kalangan islam.

Sumber : Status Facebook Arif B Santoso

Friday, May 18, 2018 - 22:00
Kategori Rubrik: