Teroris Amatir

ilustrasi

Oleh : Arif B Santoso

Beredar pesan di berbagai group WA, tulisan agak panjang dari seseorang yang ngakunya sedang ada hubungan dengan salah satu Universitas di Singapura.

Di awal tulisan itu, ia membandingkan antara teroris lokal era Al Qaeda dengan teroris lokal ala ISIS.

Dalam termanya, mereka yang menjadi pengantin Al Qaeda dianggap lebih profesional, punya pengalaman perang, mampu mengantisipasi berbagai kondisi. 
Intinya mereka gak ngawur dalam menentukan obyek serangan dan memperhitungkannya dengan senjata yang mereka bawa.

Saking profesionalnya, disebut juga kecanggihan Noordin M Top, gedibal Al Qaeda Malaysia yang dalam persembunyiannya selama bertahun-tahun mampu menikah berkali-kali dan punya anak.

Berbeda jauh dengan kombatan ISIS yang cuma modal ketapel berani melawan petugas kepolisian, menyerang polsek dan sebagainya.

Ada kesan glorifikasi bahwa teroris Al Qaeda lebih cerdas dan terukur dibanding cecunguk ISIS.

Lalu tulisan itu juga membahas tentang bagaimana cecunguk ISIS hanya belajar agama dari internet. Terpapar paham radikalis ekstrimis dari ngaji online.

Kesan berikutnya, gedibal Al Qaeda lebih paham agama daripada cecunguk ISIS.

Begini ya wahai titit basi,
Mau yang manapun, mereka itu adalah orang yang sudah menyerahkan hidup mereka untuk membasmi sesama demi kepentingan sesiapapun di belakang mereka.

Mereka memahami agama dari sesiapapun yang telah memakai agama sebagai alat merebut kekuasaan.

Gedibal Al Qaeda adalah representasi kepengecutan sekelompok manusia! Mau ngelawan amerika kok yang dibom malah Pacific Place yang letaknya di Jakarta?
Peler lu!

Dan kalian semua sama tololnya, berharap kentu dengan 72 bidadari tanpa jeda hanya karena di dunia kalian cuma bisa tahan 1/2 menit.

Siapapun kalian, layak dibasmi dari muka bumi ini.

Yang berikut, jangan asal sebar tulisan, meski itu mengatasnamakan kedamaian tanpa memahami yang tersirat.

Sumber : Status Facebook Arif B Santoso

Saturday, May 18, 2019 - 19:30
Kategori Rubrik: