Teror Dan Pilpres 2019

Ilustrasi

Oleh : Iwan H Suriadikusumah

Getir rasanya membaca beberapa teman fesbuk yang saya kagumi mulai "marah" terhadap Presiden Jokowi karena dianggap diam saja menyaksikan terjadinya terror berturut-turut terhadap pemuka agama baik yang Islam maupun penganut agama lain. 
Imam mesjid, biksu, pastor dan baru saja di Bima terhadap ummat Hindu.

Tulisan teman-teman ini, yang saya 'follow' yaitu Mbak Nining Inovasia dan Mbak Indah Hati Kusumawati/ ihk sangat menggetarkan hati. Terbaca: "Kalau tidak segera bertindak, tahun 2019 saya tidak akan memilih lagi Jokowi sebagai Presiden."

Dhuaaarrrrr........!!!
Goaaaallllll.........!!!

Persis, tepat itu sekali memang sasarannya.

Kalau sobat-sobat yang aktif menulis dan banyak penggemarnya serta berpengaruh besar terhadap para pengikutnya sudah menulis begini, sang provokator akan sangat diringankan sekali kerjanya! Karena tujuan mereka memang Pilpres 2019 itu.

Dan ya, persis sekali, memang buat menyingkirkan Jokowi dari jabatan Presiden.

Cucok itu!

Tentu saja hak semua orang untuk mengungkapkan perasaannya di fesbuk. Dan fesbuk adalah milik dunia, milik semua orang. Selama pemakai patuh pada aturan-aturan fesbuk, orang bebas menulis di situ.

Saya membayangkan diri saya berdiri di tempat Presiden Jokowi. Dan membayangkan apa yang telah cukup jelas disampaikannya kepada kita semua.

Dari semula Jokowi terjun ke politik sampai sekarang BUKAN karena ambisi. Melainkan sepenuhnya karena dorongan untuk mengabdi kepada Bangsa dan Negaranya.

Sepanjang karir politiknya dia telah dan selalu membuktikan tekadnya itu.

Sampai saat ini dia sudah dan sedang bekerja-keras meng-Indonesiakan seluruh Kepulauan Nusantara ini menjadi SATU NKRI yang Berkeadilan Sosial merata. Bukan yang harga bensinnya 6.000 perak di Jawa dan 60.000 di Papua.
Per liter.

Yang setiap daerahnya dihubungkan dengan jalan-jalan logistik sehingga ekonomi bisa berkembang dan seluruh warganegara merasa jadi bagian dari republik ini.

Apakah Jokowi ingin sekali jadi Presiden lagi?

Tidak.
Sama sekali tidak.

Jokowi dan keluarganya sama sekali tidak terikat dan bergantung kepada Jabatan Presiden yang sedang diembannya. Dia maupun ketiga anaknya mampu hidup dengan baik tanpa diempani negara.

Kalau sekedar untuk mempertahankan jabatan Presiden, atau untuk terpilih untuk kedua kalinya, saya yakin Jokowi tidak akan berbuat apa-apa.

Tapi untuk mempertahankan kesatuan NKRI yang sekarang sedang diusahakan untuk diacak-acak, keterlaluan sekali kalau kita masih mempertanyakannya.

Cobalah kita ubah sedikit saja perspektif kita:

Mustahil mengadu prestasi dan rekam jejak positif terhadap Bangsa dan Negara untuk melawan Jokowi dalam Pilpres 2019.

Alternatif yang ada yaitu mengadu Jokowi dengan Ummat Islam yang sudah terbukti amat sangat mudah dibakar, diprovokasi dan dimobilisasi melalui aksi-aksi tiga angka yang diada-adakan dan dihidup-hidupkan terus-menerus menjelang Pilpres ini.

Kita sudah menyaksikan betapa effektifnya cara ini dalam Pilkada Jakarta yang lalu. Pola inilah yang sekarang sedang dipancing untuk diaplikasikan di seluruh Indonesia.

Cukup dengan memancing Jokowi bertindak salah.

Dan ya betul, persis sekali.
Tindakan salah yang ditunggu adalah Jokowi bersikap keras kepada yang Islam. Siapapun itu.

Ini yang akan diungkit, diputar, pelintir dan diblow-up sebesar-besarnya.

Mereka sudah membuktikan berhasil gemilang di Pilkada Jakarta tahun lalu. Tinggal mengulanginya dalam skala lebih besar. Yang sekarang sudah mulai terbukti effektif dengan reaksi sobat-sobat fesbuk di atas.

Pertanyaan kecilnya: Anda yakin kalau Jokowi tersingkir keadaaan kacau akan mereda dan kita bisa hidup ayem-tentrem seperti kita damba-dambakan?

Tuhan sudah kasih lihat contohnya di Jakarta.

Sumber : Status Facebook Iwan H Suriadikusumah

Wednesday, February 14, 2018 - 15:00
Kategori Rubrik: