Ternyata Kita Mayoritas, Teman!

Oleh: Rudi S Kamri

 

Pasca kerusuhan 22 Mei 2019 lalu jujur saya sempat cemas bahwa perlawanan sebagian rakyat kepada Pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Jokowi akan berbanding lurus dengan perolehan suara Prabowo-Sandi yaitu sebesar 44,5% dari rakyat Indonesia. Tapi ternyata kecemasan dan dugaan saya SALAH TOTAL. 

Berdasarkan hasil riset dari Litbang Kompas ternyata mayoritas rakyat Indonesia termasuk pemilih Prabowo tentu saja yaitu sekitar 95 % akan tetap mendukung Pemerintah selanjutnya meskipun Capres pilihannya kalah. Bahkan 92,5% responden akan menerima dengan legowo kalau Capres pilihannya kalah. Dan yang membuat saya bahagia ternyata 82,4 % dari responden yang merupakan representasi rakyat Indonesia sangat percaya dengan hasil resmi perhitungan suara KPU.

 

PERTANYAANNYA :
√ Lalu siapakah teriak-teriak di media sosial menghujat KPU, Bawaslu bahkan menghujat Pemerintah ?

√ Lalu siapakah emak-emak yang demo di depan KPU dan kantor Bawaslu yang diprovokasi oleh Titiek Soeharto dan Neno Warisman ?

√ Lalu siapakah massa yang melakukan demo di depan kantor Bawaslu yang dikunjungi dengan mesra oleh Amien Rais, Fadli Zon, Jumhur Hidayat dan provokator lainnya ?

√ Dan yang terakhir siapakah massa yang melakukan kerusuhan dan membuat onar di Jakarta tanggal 22 Mei 2019 lalu ?

JAWABANNYA :
Siapapun mereka, ternyata mereka hanya MINORITAS dari rakyat Indonesia. Kalau mengacu pada hasil riset Litbang Kompas jumlah mereka hanya 0,6 %. Mereka hanya KELOMPOK KECIL masyarakat Indonesia yang berhasil dikadali oleh para politikus busuk yang haus kekuasaan. Mereka hanya SEGELINTIR ORANG yang dicuci otaknya oleh penceramah agama yang main uang dan politik.

Hasil riset Litbang Kompas pasca Pemilu 2019 ini setidaknya memunculkan optimisme kita semua bahwa manusia waras, realistis, berjiwa kesatria dan yang berorientasi pada Indonesia yang damai dan maju ternyata merupakan MAYORITAS di Indonesia.

Mudah-mudahan ini juga menjadi masukan bagi Pemerintah dan aparat keamanan negara untuk tidak ragu-ragu menindak tegas kaum perusuh maupun otak dari kerusuhan tersebut. Karena kenyataannya pendukung mereka cuma sedikit, tidak lebih dari 3,2% rakyat Indonesia. Mereka hanya bersuara keras di media sosial. Mereka menjadi besar karena aksi jahat mereka di blow-up oleh media massa.

Mengapa saya begitu optimis sekarang ? Karena saya sangat percaya dengan akurasi hasil kerja Team Litbang Kompas. Dan saya percaya bahwa responden dari riset tersebut dipilih secara 'sampling random' sehingga bisa merepresentasikan suara rakyat Indonesia. 

Kalaupun hasil riset tersebut tidak sesuai dengan kenyataan, minimal ini adalah doa saya dan kita semua terhadap negeri ini, bukan ?

Kita mayoritas yeeeeaah......

Thursday, May 30, 2019 - 00:00
Kategori Rubrik: