Ternyata Jokowi Orang Papua

ilustrasi

Oleh : Sahat Siagian

Ya, saya kaget. Selama ini saya pikir dia orang Jawa, terutama karena dia lahir di Solo, dan berorangtuakan orang Solo. Saya keliru. Huh, saya ketipu.

Dia ternyata orang Papua. Hatinya hati Papua. Cintanya tertuju kepada Papua. Ketipu kalian, para Jawa.

Menyikapi kerusuhan di Manokwari, Jokowi meminta Papua memaafkan orang-orang yang menghina mreka. Netizen tolol langsung ngembat kayak bocah achterlicht: "yaaa, bisanya begitu doang."

Ya, itu bocah achterlicht. Mereka gak membaca cinta maha lembut dan kemarahan maha tajam di balik kalimat Jokowi. Perhatikan, dia sama sekali tidak menyebut atau menyinggung para penghina. Ucapannya semata ditujukan kepada rakyat Papua.

Satu, dia merasa orang Papua, gak sejengkal pun merasa sebagai bagian dari kaum perisak.

Dua, karena itu, dia hanya peduli kepada hati orang-orangnya, bodo amat dengan para perisak. Elu mau selamanya tersesat sebagai pembenci, sebagai mahluk tak beradab, sebagai dedemit, saya gak urusan.

Tapi kepadamu, Papuaku, aku mencintaimu. Padamkan murkamu. Teduhlah selalu. Kita buktikan bahwa dari hitam kulitmu memantul cemerlangnya surya ke seantero Indonesia.

Usap dadamu. Nanti aku berkunjung ke rumahmu lagi. Kita tidur sepembaringan, menatap langit dan menyambut pagi ketika bintang kejora pamit pergi.

Aku merindumu Papua. Selalu. Mereka itu cuma sekawanan lebah. Biarkanlah.

Sumber : Status Facebook Sahat Siagian

Thursday, August 22, 2019 - 14:15
Kategori Rubrik: