Terjerembab

ilustrasi

Oleh : Fahmi Ali N H

Sabar itu obat orang bingung, dimensinya mencakup lahir batin. Kaitannya sama hati, amal dan perilaku lahir. Jadi kalo sabar itu cuma di batin, itu namanya makan ati.

Gusti Allah dawuh dalam Surat Al 'Ashr

وَالْعَصْرِ (١) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣)

"Demi waktu Ashr. Pada dasarnya, manusia itu dalam kesesatan. Kecuali manusia yang dikehendaki untuk mau beriman, mau beramal sholeh, saling berbuat kebenaran sesamanya dan saling menguatkan dalam kesabaran"

Menurut Tafsir Murahullabidz atau Tafsir Munir, karya Syaikh Nawawi Al Bantani, Gusti Allah menamai waktu senja dengan Al Ashr karena waktu senja adalah closing time, di mana aktifitas duniawi pada umumnya berakhir. Di saat itu, semua manusia yg usai melewati harinya, membawa pulang ceritanya masing2 seharian. Ada yg susah atau senang, membawa kekayaan atau kemiskinan, kesehatan atau penyakit. Di mana hal itu mirip macem2 keadaan orang yg mau kembali pulang ke Tuhannya dan menemui kematian. Ada yg bawa suka atau duka, ada yg mati kaya pahala atau melarat.

Waktu Sholat Ashar juga sangat istimewa. Diriwayatkan ada seorang wanita yg sedang bertasbih di jalanan Madinah mengadukan masalahnya pada Kanjeng Nabi Muhammad SAW saat Kanjeng Nabi lewat. Wanita itu bilang kalo dia ditinggal pergi suaminya, lalu terlibat perzinaan. Dari zinanya itu, dia punya anak. Lantas anak hasil zina itu dia buang ke dalam gentong cuka hingga mati. Maka sekarang, wanita itu mencari jalan buat tobat.

Lantas Kanjeng Nabi Muhammad dawuh

أما الزنا فعليك الرجيم، وأما قتل الولد فجزاؤه جهنم، وأما بيع الخل فقد ارتكبت، كبير الكن ظننت أنك تركت صلاة العصر

"Zinamu itu adalah cacatmu, sedangkan membunuh anak maka hukumanmu di neraka, pembelian cuka itu yg amalmu. Tapi saya menduga, dosa terbesarmu yg kamu sembunyikan itu adalah meninggalkan sholat ashar"

Hadits ini mengisyaratkan betapa agungnya waktu sholat ashar.

Di ayat kedua, Gusti Allah menyatakan bahwa manusia itu pada dasarnya hidupnya tersesat, tidak tahu arah, kebingungan, banyak salahnya dan banyak kesalahan yg baru disadari pas udah tua dan menjelang kematian.

Di ayat ketiga, disebutkan syarat2 biar orang hidupnya mendapat petunjuk Gusti Allah dan gak bingung. Yaitu punya iman, senang beramal sholeh, saling berbuat dan membicarakan kebenaran dgn sesamanya dan saling menguatkan dengan sesamanya dalam kesabaran. Yaitu sabar atas kewajiban sebagai hamba Gusti Allah, sabar dalam menjauhi keburukan dan sabar saat kena bencana.

Jadi, orang gak cukup beriman biar bisa mendapat petunjuk Gusti Allah. Selain punya keyakinan, kudu punya amal sholeh, baik kesholehan pribadi maupun sosial. Karena syarat amal itulah, tiap waktu orang juga harus saling menguatkan dalam kesabaran dalam melampahi amal2 sholeh dan menjauhi keburukan itu setiap waktu.

Nah, ada 2 alasan menurut Imam Ghozali, kenapa orang butuh saling menguatkan biar sabar setiap waktu. Insya Allah kita bahas di tulisan selanjutnya, mbah.

Mugi manfaat.

#AyoNyarkub #ArbainFiUshuliddin #ImamGhozali

Sumber : Status Facebook Fahmi Ali N H

Wednesday, July 8, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: