Terimakasih Jendral Kardus

Oleh : Ali Winata

Harus diakui, langkah kuda jenderal kardus ini sangat cerdas dan brilian. Ini out of the book, diluar kalkulasi apapun yang pernah terpikirkan oleh pengamat politik sekelas apapun.

Jenderal kardus ini paham banget bahwa kunci sukses menang Pilpres 2019 nanti adalah kekuatan logistik. Kalau sekedar mengandalkan prestasi, jelas kalah jauh dari Jokowi.

Saya tidak menyalahkan dia jika beneran memilih Sandiaga, justru mengacungkan jempol. Sandiaga ini saya ibaratkan paket three in one, yaitu mendatangkan 3 manfaat sekaligus bagi Prabowo.

Manfaat #pertama, akan mengangkat elektabilitas partai Gerindra. Jika yang jadi capres cawapres adalah duet kader Gerindra sendiri, mereka bisa panen suara di Pileg 2019 nanti. Prediksi saya Gerindra masuk 2 Besar dibawah PDIP.

Manfaat #kedua, persediaan logistiknya cukup. Pilpres itu ibarat peperangan, butuh logistik yang sangat besar. Jika sekedar mahar ke PKS dan PAN saja sudah keluar 1T, tentunya budget peperangan yang sebenarnya membutuhkan biaya berlipat lipat. Sandiaga punya kekuatan finansial serta jaringan pengusaha yang mampu menjalankan peran sie logistiknya kubu Prabowo.

Manfaat #ketiga, tetap mengikat PKS dan PAN dalam satu gerbong koalisi. PKS punya cyber army yang militan di sosmed, sedangkan PAN juga punya pendukung cukup besar, terutama dari orang orang yang menginginkan tahun 2019 ganti presiden. Amunisi 500 milyar untuk PKS dan juga 500 milyar untuk PAN akan membuat partai ini punya amunisi yang cukup di Pilpres Pileg 2019 nanti.

Apakah Prabowo tidak merasa kuatir ditinggalkan umat? Tidak takut diomelin Rizieq atau PA 212, karena mengabaikan rekomendasi Ijtimak Ulama? Tidak! Prabowo tahu banget bahwa apapun yang terjadi, kelompok itu tidak mungkin berpaling mendukung Jokowi. Mereka tetap akan berada di barisan pendukungnya Prabowo, meskipun awalnya akan mengungkapkan rasa kecewanya. Prabowo tahu banget, bahwa Ijtimak Ulama itu settingannya PKS. Jadi mahar 500 M dari Sandiaga ke PKS mestinya sekaligus berfungsi sebagai uang tutup mulut.

(Terima kasih jenderal kardus. Darimu kami belajar mempraktekkan politik dagang sapi yang sangat bertuah dan manjur itu).

 

Sumber : facebook Ali Winata

Thursday, August 9, 2018 - 10:45
Kategori Rubrik: