Terima Kasih Trump, Kini Semua Bisa Melihat...

Oleh: Dina Y Sulaeman
 

Harus diakui bahwa Trump saat ini adalah target bulan-bulanan media mainstream yang tidak menyukainya. Seperti saya tulis di status sebelumnya, selama 8 tahun era rezim Obama, AS berperang dengan 'wajah humanis' sehingga banyak yang tak peduli pada fakta bahwa selama tahun 2016 saja, setiap jam rata-rata Obama menjatuhkan 3 bom di 7 negara mayoritas Muslim. Kini kebijakan yang sama dibawa oleh Trump dengan gayanya yang slenge'an. Orang-orang pun beramai-ramai membela Muslim (kemarin kemana saja kalian?). Media-media mainstream pun tiba-tiba seolah berpihak kepada Muslim, bahkan Iran, karena ini berguna untuk menyerang Trump.

Salah satunya, berita dari New York Times yang menurut saya menarik karena menyampaikan fakta-fakta dan pendapat Iran dengan nada 'netral' (tidak biasanya demikian).[1]

 

Disebutkan bahwa Trump nge-Tweet: "Iran sedang bermain dengan api; mereka tidak mengapresiasi betapa baiknya Presiden Obama kepada mereka. Saya tidak [akan demikian]!”

Lalu, Pemimpin Tertinggi (Leader) Iran, Ayatullah Khamenei, menjawabnya dengan telak, "Mengapa kami harus mengapresiasi Obama? Untuk sanksi-sanksi anti-Iran? Karena menciptakan Daesh/ISIS? Karena telah membakar kawasan Timteng, terutama Syria dan Irak? Atau untuk kemunafikannya, mengirim surat pribadi berisi persahabatan dan kesiapan bekerja sama, tapi secara terbuka mendukung upaya penghasutan dan pemecahbelahan Iran pasca pilpres 2009?" [2]

Sebaliknya, Ayatullah Khamenei “berterima kasih” kepada Trump karena, “Dia telah membuktikan apa yang telah kami sampaikan selama 30 tahun terakhir ini. Kami selalu bicara tentang kebobrokan politik, ekonomi, moral, dan sosial di pemerintahan AS.. Presiden AS baru ini telah mengungkapkan wajah asli AS di hadapan publik dunia melalui pernyataan-pernyataan dan langkah-langkahnya selama masa kampanye, hingga saat ini."

Selama ini, Muslim sudah sering jadi korban diskriminasi di imigrasi AS terutama dengan alasan terorisme, tapi ‘berkat’ Trump, orang-orang sekarang bisa ‘melihat’ para korban itu. Bertahun-tahun Yaman dibombardir Obama, tak ada foto bocah Yaman yang viral [bandingkan dengan propaganda masif dan mahal 'bocah di kursi oranye' di Suriah]. Ketika Trump yang melakukannya, foto Nora al-Awlaki yang tewas ditembak SEAL pun menjadi viral dan orang-orang mulai peduli pada Yaman. Dan seterusnya, kita tunggu saja.

[1] https://www.nytimes.com/…/trump-iran-ayatollah-ali-khamenei…
[2] bagian ini terjemahan dari Tehran Times, versi NYT lebih singkat.

 

(Sumber: Status Facebook Dina Y Sulaeman)

Wednesday, February 8, 2017 - 10:00
Kategori Rubrik: