Terima Kasih Somad

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Anda mampu mengalahkan ego dan kesombongan yang selama ini Anda pertontonkan. Yang seolah tiada kebenaran selain yang keluar dari mulut anda. Terlepas dari kekasaran segelintir orang Bali yang juga saya tidak senang, ada pelajaran berharga bisa diambil dari insiden ini.

Somad, tidak ada asap kalau tidak ada api. Dan api itu keluar dari mulut Anda. Yang mungkin tidak sengaja keluar ketika Anda kelelahan mengisi jadwal ceramah. Anda mungkin lengah dan jumawa karena merasa bangga dan nyaris tidak menapak bumi akibat sanjungan bertubi-tubi. Saya percaya mungkin ribuan orang dengan serta merta rela mencium kaki Anda jika Anda mau. Tapi Anda tidak lakukan itu.

Karenanya Somad, jadikan penolakan di Bali dijadikan intropeksi bahwa yang keluar dari mulut bisa jadi adalah api yang membuat orang marah, benci dan tidak enak hati.

Alhamdulillah, Anda bersedia menyanyikan Indonesia Raya sebagai tiket masuk Anda untuk bisa ceramah di Bali. Langkah besar sudah di ambil karena sejatinya Anda adalah alat negara. Anda masih terima gaji sebagai PNS dan hidup di alam Indonesia.

Saya yakin kejadian di Bali akan menjadi kaca spion yang selalu ada di muka Anda ketika berdakwah agar ketika berucap hendaklah tengok kanan kiri dan berfikir dulu berkali-kali: Ada tidak yang tersakiti. Kaca spion mawas diri itulah yang akan selalu mengingatkan bahwa Anda berkata pernah berkata begini di Bali :

"Kita semua saudara senegara, NKRI.Mungkin kamu bukan saudaraku seakidah, tapi pasti saudaraku satu negara."

Ingatlah itu terus, Somad.

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Tuesday, December 12, 2017 - 12:45
Kategori Rubrik: