Terima Kasih, Jokowi.. Terima Kasih, Firza

Oleh: Eko Kuntadhi
 

Ada dua hal yang biasanya menghiasi Ramadhan kini terasa agak berkurang. Pertama adalah keberhasilan pemerintah Jokowi meredam gejolak harga yang biasa terjadi saat Ramadhan.

Iya sih, kenaikan harga tetap terjadi. Wajar, karena permintaan bahan makanan yang tinggi saat puasa. Cuma dibanding dengan tahun-tahun lalu, bisa dikatakan kuping kita tahun ini lebih adem dari ocehan emak-emak saat pulang dari pasar.

 

 

Bukan hanya harga yang relatif stabil, pasokan barang juga lancar. Kitabbahkan tidak mendengar ada barang yang hilang dari pasar. Jadi, syukurlah, Ramadhan ini kita lewati dengan wajah para emak yang lebih sumringah. Suasana puasa di rumah relatif lebih syahdu.

Yang kedua, tiap Ramadhan kita selalu disibukan dengan isu sweeping para pedagang makanan, tempat hiburan dan sejenisnya . Ramadhan ini terasa lebih adem.

Tahun lalu kita dihebohkan ada seorang ibu di Serang yang dagangannya diobrak-abrik Satpol PP. Dia berusaha mempertahankan ladang nafkahnya. Tapi Satpol PP terus merangsek. Video kejadian ini viral. Simpati publik terarah kepada ibu pedagang.

Bahkan Netizen bergerak untuk mengumpulkan sumbangan. Terkumpul uang sampai ratusan juta rupiah untuk membantu ibu padagang.

Kini isu soal sweeping Satpol PP tidak terlalu terdengar. Hanya sekilas info, di Sumatera ada Satpol PP yang disiram kuah sambel ketika mereka mau mengobrak-abrik dagangan orang. Rasain.

Biasanya juga, tiap-tiap Ramadhan organisasi seperti FPI sering gaya-gayaan mensweeping rumah hiburan. Tapi Ramadhan tahun ini relatif sepi. Mungkin karena FPI disibukkan dengan kaburnya Rizieq.

"FPI mau sweeping bisnis esek-esek? Lho, Imam Besarnya saja kabur kena kasus esek-esek, masa laskar di lapangan malah sok-sokan sweepingan. Itu namanya anggota yang kualat," ujar teman saya.

Jadi Alhamdulillah puasa ini kita lewati dengan telinga yang lebih adem. Kuping bapak-bapak tidak dipenuhi gerundelan istrinya tentang harga barang yang meroket. Ini berkat hasil kerja pemerintah. Terimakasih Pak Jokowi.

Mata dan kuping kita juga adem karena tahun ini tidak ada teriakan sweeping, atau takbir yang disemburkan sembarangan atau pengobrak-abrikan tempat usaha yang sering dilakukan FPI. Tahun ini relatif puasa kita lebih enak.

Sepinya sweeping FPI karena memang mereka sedang konsentrasi pada kasus Rizieq Shihab. Untuk itu kita perlu berterimakasih pada Firza. Karena keringat dan posenya jualah, Ramadhan ini kita lewati dengan suasana lebih tenang dan adem.

Kak Emma, tolong sampaikan kepada Firza, umat Islam Indonesia mengucapkan terimakasih padanya.

Jadi, jika kita mau setiap bulan puasa suasananya setenang ini, ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama, jaga harga-harga barang kebutuhan pokok. Kedua, bekukan ormas-ormas radikal.

Yang ketiga, Gaj Ahmada itu sebetulnya siapa sih?

 

(Sumber: Facebook Eko Kuntadhi)

Tuesday, June 20, 2017 - 12:15
Kategori Rubrik: