Terima Kasih Abah Lutfi

ilustrasi

Oleh : Jemima Mulyandari

Tanggal 8 Mei 2019, tujuh teman saya di Forum Peduli NKRI berangkat dari Bali ke Pekalongan untuk sowan ke Abah Luthfi. Pada ketujuh teman saya, Abah menyampaikan sebuah pesan untuk saya yang tak bisa ikut ke Pekalongan. Ketujuh teman saya ini menyampaikannya secara langsung pada saya saat kami berbuka puasa bersama kemarin malam.

"Sampaikan salam saya buat Mbak yang pakai penutup kepala yang bawa anak. Anaknya sempat saya pangku dan saya kasih permen. Terima kasih buat tulisannya. Abah sudah baca dan terharu. Tulisannya bagus. Sampaikan juga, kalau Abah datang lagi ke Bali, Mbak Jemima harus ikut menyambut Abah. Mbak Jemima ngga perlu pakai kain penutup kepala seperti dulu. Mbak Jemima silakan jadi diri sendiri apa adanya," kata Abah Luthfi.

Pesan singkat dari Abah Luthfi ini membuatku menangis terharu.

1. Bagaimana bisa Abah masih ingat padaku??? Sementara perjumpaan kami di Bali cuma sebentar saja waktu itu. Kejadiannya juga sudah satu tahun yang lalu.

Ternyata Abah masing ingat secara detail termasuk ingat pada anak saya yang Abah pangku dan kasih permen. Padahal, kejadian anak saya dipangku dan diberi permen itu tidak ada saya tulis dalam artikel yang dibaca Abah. Tapi Abah masih mengingatnya dengan baik sampai sekarang.

2. Jika bertemu Abah lagi, Abah tak ingin saya memakai kain penutup kepala seperti dulu karena Abah tahu saya beragama Kristen. Itu artinya Abah menghargai saya apa adanya termasuk menghormati ke-Kristenan saya.

Padahal saya memakai kain penutup kepala saat menyambut Abah di Bali murni untuk menghormati Abah. Toh umat Kristen di Timur Tengah juga memakai kain penutup kepala sesuai adat busana mereka di sana. Itu yang ada di pikiran saya saat itu.

Ternyata Abah tak memerlukan penghormatan seperti itu. Abah jauh merasa terhormat jika saya yang Kristen ini tampil apa adanya sebagai Warga Negara Indonesia beragama Kristen selaku salah satu agama yang diakui secara sah di Indonesia.

Abah, air mataku terus turun saat menuliskan ini. Terima kasih Abah Luthfi. Terima kasih. Tuhan memberkatimu. Amin.

Sumber : Status Facebook Jemima Mulyandari

Monday, May 13, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: