Teori Evolusi, Konflik dan Ujaran Kebencian

ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Menurut data arkeologis, 50.000 tahun lalu koloni sapien, nenek moyang purba kita, sudah berkoloni di Nusantara, bahkan 45.000 tahun lalu koloni itu tersebar dipesisir pantai Jawa sebagai komunitas nelayan.

Selain Homo Sapiens, di Jawa/Nusantara ada 7 spesies lain yang juga ditemukan, diantaranya Homo Erectus Javanicus, Homo Wajakensis, Megantropus, Pithecantropus Soloensis, Homo floresiensis.

"Manusia-manusia" ini ada bersamaan, hidup berbarengan ditempat berbeda-beda. Satu dan lainnya bukan kesinambungan evolusi, Sapien tersisa karena paling cerdas, paling hegemonik diantara jenis manusia yang ada.

Menurut saya penjelasan ini sesuai dengan penjelasan Muhammad Abduh dalam Tafsir al-Manar, saat menafsirkan ayat وخلق منها زوجها، Allan menciptakan darinya pasangannya, Abduh mengatakan Adam itu bukan nama Benda, (Ismul Karim, nama personal) tetapi alam jenis, nama spesies. Kata Abduh, Allah menciptakan banyak Adam, وبين كل أدم الف سنة, antara adam yang satu dan adam yang lain 1000 tahun. (Walaupun tekstuakitas ayat menolak pendapat ini).

Fakta-fakta terbaru menunjukan, Sapien dan Neandertal, Sapien, dan soloensis, atau floresiensis tidak mempunyai hubungan evolutif, masing-masing jenis berbeda yang hidup bersamaan. Penjelasan ini semakna dengan penjelasan Abduh diatas.

Kembali ke laptop, pertanyaannya kenapa peradaban manusia Nusantara, (Sapien di Nusantara), tertinggal jauh dibanding Sapien Eropa-Barat abad pertengahan sampai Modern. Karena Barat memewarisi dua khazanah ilmu pengetahuan, Yunani, kemudian Islam.

Saturday, October 19, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: