Teologi Kecelakaan

Karena bersifat prospektif, teologi ikhtiar berguna sebagai kerangka aksi individual maupun kolektif. Keyakinan bahwa Tuhan menghendaki keselamatan bagi mereka yang mau berusaha dapat menjadi ruh yang menggerakkan tindakan individual maupun kolektif untuk meminimalkan kemungkinan kecelakaan.

Sebaliknya, karena sifatnya yang retrospektif, teologi penerimaan memiliki fungsi yang lebih terbatas. Teologi ini praktis hanya bermanfaat untuk mereka yang mengalami musibah. Keyakinan bahwa “kecelakaan sudah menjadi kehendak Tuhan” bisa membantu orang menerima kehilangan dan tragedi yang sudah terjadi.

Yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa teologi penerimaan hanya berguna pada level individu. Pada level sosial, teologi ini bukan hanya tidak berguna tapi juga berbahaya dan kontra produktif. Teologi penerimaan bisa disalahgunakan oleh pemerintah dan perusahaan untuk mengaburkan tanggung jawab mereka dalam membuat sistem yang meminimalkan risiko kecelakaan.

Sumber : Status Facebook Nino Aditomo

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *