Tenun Kebangsatan

Oleh: De Fatah
 

Akhirnya kain tenun sudah selesai dan hasilnya menjadi Tenun Kebangsatan. Dari merdunya semua gagasan dan liuk indahnya kata kata pada akhirnya tiba jua di terminal terakhirnya yaitu Pilkada 5 tahunan. Hanya segitu saja

Jika membaca corak kain tenun kebangsatan maka Agama menjadi rendah di lidah mereka, perbedaan menjadi alasan untuk mencaci, dalil agama menjadi senjata ampuh untuk menakut-nakuti massa. Orang orang yang sedang mencari kebenaran terperangkap akan janji surga yang diobral dengan cara sebanyak-banyaknya mengkoleksi kebencian. Saking rakusnya untuk yang matipun masih mereka benci

 

Tenun Kebangsatan sudah memperkenalkan mempelai wanitanya yaitu Orde Baru Bersyari'ah. Perjodohan diantara mereka seakan akan ingin merabunkan masa masa kelam ketika berkuasa yang berlumuran darah hasil dari menjarah, menghilangkan, melacurkan harta dan nilai-nilai kebangsaan negeri ini.

Semua ketertinggalan yang kita derita sekarang ini adalah hasil dari pesta pora leluhur mereka bersama gerombolannya. Kita hanya Generasi yang kebagian mencuci piring dari pesta pora mereka. Kita ikhlas melakukannya karena kita mencintai negeri ini. Walau tak pun jua kata maaf keluar dari mulut keluarga mereka

Perkawinan Tenun Kebangsatan dan Orde Baru Bersyari'ah akan menghasilkan generasi ngamukan, generasi sok suci, generasi pemilik agama dan generasi yang gemar mengkoleksi kebencian. Ini sekarang sudah tampak. Ejakulasi dini mereka terhadap kekuasaan hanya bermodal 39,5% suara di Pilkada DKI Jakarta.

Bermodalkan itu mereka berhak mengusir paslon lain dan simpatisannya yang mendapatkan suara 42,99% dari rumah ibadah dan majelis majelis. Dan yang paling menggelikan dengan hanya bermodalkan itu, mereka berkeyakinan Rakyat Indonesia ingin memiliki Presiden Baru,..omaiiigaaat betapa imut-imutnya mereka

Disaat kita akan memulai membangun peradaban, mereka berusaha menarik kembali ke acak kadut persoalan puluhan tahun yang lalu yang tak habis-habisnya diperdebatkan. Isu dan fitnah masih sama tak ada yang berubah dari sejak dulu, tujuannya hanya untuk menempatkan keturunan mereka kembali sebagai penguasa.

"Peradaban akan dibangun oleh manusia-manusia yang sudah selesai dengan dirinya. Sudah tidak lagi meributkan perbedaaan keyakinan"

 

(Sumber: Status Facebook De Fatah)

Tuesday, March 14, 2017 - 21:45
Kategori Rubrik: