Tentang Ucapan Salam Non Muslim

ilustrasi

Oleh : Uju Zubaidi

Kurang jelas bagaimana lagi petunjuk Allah, bahwa sejatinya hamba Allah Yg Maha Pengasih ('ibadur-Rohmaan") itu : rendah hati, ramah, beradab dan toleran.

وَعِبَادُ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمۡشُونَ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ هَوۡنٗا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلۡجَٰهِلُونَ قَالُواْ سَلَٰمٗا
Hamba2 (Allah) Yang Maha Pengasih itu adalah orang2 yang berjalan di bumi dengan RENDAH HATI, apabila orang2 jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan SALAM. (Al-Furqan : 63)

"Jahiluun" itu yg orang2 jahil yg tidak tahu/mengerti iman Islam, dg kata lain "non Muslim". Tapi jika orang mukmin bersapaan dg mereka, iapun mengucapkan SALAM.

Sebaliknya, jika mereka mengucapkan salam kpd kita, Allah melarang kita menolaknya karena alasan : "kamu bukan orang beriman"

... وَلَا تَقُولُواْ لِمَنۡ أَلۡقَىٰٓ إِلَيۡكُمُ ٱلسَّلَٰمَ لَسۡتَ مُؤۡمِنٗا ...

... dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan SALAM kepadamu : ”Kamu bukan orang Mukmin”....
(An-Nisa :94)

Lantas apa dasarnya MUI memfatwakan kesombongan, melarang mengucapkan salam untuk penganut agama lain, dan menolak salam dari mereka....? Diperpararah lagi dg "mencatut" nama Allah, dg mengatakan bahwa "Allah MURKA..."

وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوۡ كَذَّبَ بِـَٔايَٰتِهِۦٓۚ إِنَّهُۥ لَا يُفۡلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ

Siapa yang lebih zhalim daripada orang yang mengada2 suatu kebohongan atas (nama) Allah, atau yang memalsukan ayat2-Nya? Sesungguhnya orang2 yang zhalim itu tidak akan beruntung. (Al An'am : 21)

Masih layakkah "fatwa"-nya didengar jika Kalamullah tak mereka gubris malah menonjolkan KESOMBONGAN...?

Sumber : Status Facebook Uju Zubaidi

Tuesday, November 12, 2019 - 11:00
Kategori Rubrik: