Tentang Sontoloyo dan Bajingan

Ilustrasi

Oleh : Bintang Noor Prabowo

kali ini saya tidak akan menggunakan KBBI, Kamus Besar Bahasa Indonesia.. 
alih-alih, saya akan menggunakan asal kedua kata tersebut dalam bahasa Jawa..

sependek pengetahuan saya, Sontoloyo adalah orang yang bertugas menggembalakan bebek..

dia adalah orang ber topi-caping, memegang tongkat bambu panjang, yang berjalan di belakang rombongan bebek, sambil mengarahkan bebek dari kandang ke tempat makan, dan kembali ke kandang, pada sore harinya..

bambu panjang digunakan untuk menggiring bebek supaya tetap dalam formasi bersama.. tanpa alat ini, seorang Sontoloyo tidak akan dapat mengendalikan bebek dalam satu barisan.. kekacauan akan tercipta bila bebek tercerai-berai dalam banyak kelompok kecil..

kadang, dalam perjalanan mengendalikan bebek, rombongan akan melintasi properti dan kepentingan orang lain.. orang yg mendapati propertinya kotor atau agak rusak terinjak ratusan/puluhan bebek, akan mengumpat si penggembala, "wooo dasar sontoloyo.."

adapun Bajingan, sebetulnya merujuk kepada PEDATI, atau gerobak penumpang yg ditarik oleh sapi.. seringkali, Bajingan juga merujuk pada kusir/sopir pedati; orang yang mengendalikan jalannya pedati..

dahulu, ketika belum ada angkot (atau gojek), orang mengandalkan Bajingan-Bajingan untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lain..

saking lambatnya (dan karena sapi juga kadang mengalami kendala biologis [bukan teknis] di tengah jalan), banyak orang yang sering jengkel karena Bajingan yang ditunggu-tunggu tidak segera muncul.. umpatan kecil sering terlontar: "Bajingan kuwi kok suwi banget tekane.." yang artinya "Bajingan itu kok lama sekali datangnya.."

akhirnya, ungkapan Bajingan sering digunakan untuk menyamakan umpatan bagi keterlambatan seseorang..

"suwi banget sih kowe, koyo bajingan wae.." atau "lama banget sih kamu, seperti Bajingan saja.."

belakangan, ucapan Sontoloyo dan Bajingan digunakan sebagai umpatan yang (seringkali) bergeser ke makna yang sama sekali berbeda dengan makna aslinya..

saya memahami sih jengkelnya Capres Petahana yang keceplosan menyebut politisi Sontoloyo..

saya yakin ini akan bergeser dan dipolitisasi balik untuk menyerang Capres Petahana..

kalau perlu, nantinya akan digunakan untuk demo berjilid-jilid..

itu sebabnya, saya posting terminologi asal kata Sontoloyo dan Bajingan ini.. supaya pilpres 2019 receh dan renyah saja..

harapan saya, keceplosan "Politisi Sontoloyo" ini akan sedikit menggantikan isu sensitif tentang Banser yg membakar bendera "tauhid" yg (sering) disalahgunakan organisasi terlarang..

lihat secara seksama, Capres petahana (mungkin sedang) pasang badan untuk mengalihkan isu SARA jadi isu receh..

harusnya Capres Petahana nggak usah bawa-bawa tukang gembala bebek (sontoloyo) untuk menyebut politisi busuk Indonesia sih..

itu masuk kategori pencemaran nama baik Sontoloyo..

#saveSontoloyo
#recehkan2019

Sumber : Status Facebook Bintang Noor Prabowo

Thursday, October 25, 2018 - 08:30
Kategori Rubrik: