Tentang Polemik Pernyataan Puan

ilustrasi

Oleh : Desrinda Syahfarin

Akhirnya sekarang orang makin banyak yang tahu bahwa perempuan Indonesia yang pertama menjadi Presiden RI adalah orang Minang.

Berawal dari ucapan Ibu Puti Maharani minggu lalu, "Untuk Provinsi Sumatera Barat, rekomendasi diberikan kepada Mulyadi dan Ali Mukhni. Merdeka! Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila," yang kemudian membuat banyak orang Minang marah bahkan melaporkan ke Bareskrim Polri.

Apakah seperti Ade Armando akan dipecat status orang Minangnya oleh Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM)?

Yuk baca-baca lagi. Ibu Megawati Soekarno Putri itu ibunya asli orang Minang. Ayahnya Ibu Fatmawati adalah Hasan Din yang lahir di Padang, Sumatera Barat. Ibunya Siti Chadijah, keturunan Kesultanan Indrapura, Pesisir Selatan.

Keduanya lalu merantau ke Bengkulu. Hasan Din lalu dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah paling berpengaruh di Bengkulu. Orang Bengkulu akrab memanggilnya “Datuk”.

 

Selain aktif berdakwah, Hasan juga dikenal sebagai saudagar sukses. Dia bahkan pernah jadi Direktur Bank Muslim Indonesia. Setelah kemerdekaan dia mendirikan perusahaan ekspor impor, perusahaan ini diberi nama PT Mega. Diambil dari nama cucunya Megawati Soekarno Putri.

Di Minangkabau, garis keturunan ditarik dari ibu atau matrilineal. Jika Siti Chadijah adalah Minang, maka Fatmawati juga adalah bundo kanduang, walaupun dia berada di perantauan. Jadi Megawati otomatis juga bersuku Minangkabau, begitu juga putrinya Puan Maharani.

Ayah Puan adalah Taufik Kiemas yang bersuku Sikumbang. Walaupun besar di Palembang, ibunya berasal dari Minangkabau, tepatnya di Sabu, Batipuh, Tanah Datar. Semasa hidupnya, suami dari Megawati ini juga adalah niniak mamak di kaumnya bergelar Datuak Basa Batuah. Saat pengukuhan tahun 2003 itu, Megawati juga diberi gelar Puti Reno Nilam.

Garis keturunan itu menjelaskan bahwa Puan Maharani berdarah Minang. Tak bisa dibantah.

https://prokabar.com/siapa-bilang-puan-maharani-bukan-berd…/

Jadi heran kenapa Bu Mega atau PDIP nggak sering aja bawa-bawa latar belakang "Minang Muslim" ini di kampanye mereka. Saking nasionalisnya jadi nggak mau angkat topik yang berbau SARA kali ya?

Sumber : Status Facebook Desrinda Syahfarin

Thursday, September 10, 2020 - 08:15
Kategori Rubrik: