Tentang Pemerintahan

Oleh: De Fatah
 

Pemerintahan sekarang dalam keadaan baik baik saja. Tidak ada Cina yang ingin menjajah. Tidak ada indikasi pemerintah akan menggadaikan negara. Tidak ada disinyalir anak, menantu, besan dan handai taulan Jokowi yang bermain proyek atau ikut mengatur anggaran negara. Kehidupan Presiden sederhana dan jauh dari hura hura atau asyik tidur di istana. Presiden dari hari ke hari hanya kerja dan kerja, beliau terkesan tidak betah di istana, hari harinya hanya mobilisasi keliling Nusantara memantau pembangunan infrastruktur di tiap daerah

Pemerintahan sekarang masih berada pada rel konstitusi negara, tidak ada indikasi partai komunis ingin bangkit lagi, masa suharto ideologi komunis sudah dihabisi sampai kedalam pikiran kita, sehingga untuk berpikir tentang komunis pun rakyat sudah antipati bahkan benci sejak dalam pikiran, jika pun ada yang memakai logo logo komunis itu hanya individu saja yang mau gaya'an dan aparat sudah menindaknya

Utang pemerintahan Jokowi selama 2 tahun menjabat 450 Trilyunan, bukan hanya bisa berhutang tapi Jokowi juga membayar hutang, tahun 2015 sekitar 70 Triluyan yang dibayar, kemudian tahun 2016 sekitar 180 Trilyunan yang dibayar, hutang segede gaban yang kita tanggung sekarang ini adalah hutang dari kolonial belanda sampai Presiden SBY, lagipula hutang era Jokowi kelihatan hasilnya untuk pembangunan infrastruktur bahkan terkesan gila gila'an dalam pembangunan tersebut

Negara ini dalam keadaan baik baik saja, tidak ada puluhan juta tenaga kerja asing akan menyerbu negara, pekerja asing dari seluruh negara hanya 70 ribuan jiwa dari jumlah itu pekerja dari Cina 24 ribu jiwa, sebaliknya TKI kita berkerja secara legal di Cina 81 ribu, di Hongkong 153 ribu, di Macau 16 ribu, Taiwan 200 ribu, negara negara tersebut tidak pernah merasa dijajah oleh negara kita, jumlah itu belum termasuk pekerja kita yang ilegal disana

Jika ada kekisruhan ditingkat menteri atau departemen dibawahnya itu biasa biasa saja, lagipula kebanyakan hanya masalah tehnis pelaksanaan atau kurang responsif dalam menghadapai masalah, tidak ada hal hal yang perlu dibesar-besarkan sehingga mendesak kita harus mengganti pemerintahan, intinya semua baik-baik saja bahkan kepuasan rakyat terhadap pemerintahan ini cukup memuaskan, jika bicara kelesuan ekonomi, semua dunia merasakannya bahkan ada negara yang bangkrut oleh kelesuan ekonomi dunia sekarang ini, masih sangat beruntung negara kita

Ancaman yang nyata terhadap negara ini dari sejak zaman kemerdekaan adalah adanya kelompok yang ingin mengganti ideologi negara, yang ingin memecah kebhinekaan kita, ingin mengubah haluan negara dan ingin memisahkan diri dari NKRI. Mereka menjelma dalam bermacam macam bentuk, kalo sekarang yang lagi merasa jagoan diatas langit adalah kelompok berkedok agama, kelompok ini dulu dianggap lucu lucuan tapi semakin kesini semakin "menjijikkan"

Menjijikkan karena politikus di senayan ikut memberinya muka dan ruang bahkan tidak malu malu satu panggung dengan mereka dalam menghujat pemerintahan, kelompok ini jika dibiarkan akan berbahaya, karena mereka membungkus niatnya dengan dalil kebenaran agama yang mereka tafsirkan sepihak, karena itu Imam Ali ra pernah berkata " Bungkuslah kebatilan dengan dalil agama maka orang bodoh akan berduyun duyun bersedia mati membelanya" dan sudah terbukti sekarang ini

Jalan keluar yang paling efektif adalah dengan "menggebuk" si penggembalanya biar domba domba menjadi dongok tidak memiliki komando, ini sudah pernah dilakukan Soekarno dalam membasmi DI TII, mumpung dukungan rakyat sudah mumpuni isyarat memberikan restu untuk menggebuknya, maka sekaranglah momennya, bergeraklah sebelum kebatilan mereka masuk kedalam parlemen dan pemerintahan kita.

 

(Sumber: Status Facebook De Fatah)

Thursday, January 12, 2017 - 19:00
Kategori Rubrik: