Tentang MRT, Kenapa Harus Bangga Pada Jokowi Bukan SBY Atau Soeharto?

ilustrasi

Oleh : Budi Santoso Purwokartiko

Sebentar lagi MRT akan resmi diluncurkan. Ini capaian besar bagi sebuah negara. Negara maju biasanya ditandai adanya MRT di ibu kota. Sehingga jika foreigner datang dan akan ke kota dari bandara kota jelas naik apa. Meski MRT kita belum nyambung ke bandara, tapi setidaknya sudah mengawali. Tidak perlu tawar menawar, tidak takut kesasar, nyaman dan tidak macet. 

Tarif Rp10ribu untuk waktu tempuh 20 menit sangat pantas, tidak mahal. Di Bangkok untuk waktu tempuh 30 menit perlu 45 baht atau sekitar 23 ribu. Jadi tarif segitu tidak mahal. Banyak lapisan masyarakat Jakarta yang mampu.

Nanti orang akan bertanya mengapa Singapore bisa membangun MRT pada 1987 , Bangkok 2004, Kuala lumpur 2016, Manila 1999?

Mengapa Indonesia baru-baru saja? kenapa nggak jaman Orde Baru ketika kekuasaan presiden begitu kuat, penduduk DKI belum banyak? Minyak kita berlimpah, kayu kita bejibun, emas Papua menumpuk? Kenapa ngga jaman jenderal SBY yang katanya ekonomi maju, kondisi tenang, tidak banyak pengangguran, aman, tidak ribut?
Mengapa?

Mengapa jenderal Sutiyoso cuma mampu bikin tiang monorel, lalu mangkrak? Lalu jenderal SBY membuat apa untuk transportasi massal ini?

Generasi mendatang mungkin saja penasaran. Ternyata justru wong ndeso yang bisa membuat MRT terwujud. Mengapa pada saat yang katanya situasi ribut terus, banyak demo membully pemerintah, pengangguran tinggi, ekonomi buruk , pemerintah justru sukses membangun jalan tol, jalan raya, bandara, bendungan, rel kereta, MRT, LRT dan pembangkit listrik?

Kata orang, dia hanya meneruskan. Apakah betul?

Membuat rencana itu gampang. Panggil konsultan atau beberapa insinyur , ahli bangunan, ahli estimasi biaya, seminggu, 2 minggu bikin rencana, akan jadi. Dijamin. Mewujudkan rencana dengan mencari dana, memobilisasi orang, menggerakan sumberdaya, menggerakan birokrasi, pembebasan lahan, dan lain-lain itu yang tidak mudah. Jangan bilang hanya meneruskan.

Kenapa yang dulu hanya bikin mangkrak nggak diteruskan?

Suatu saat generasi yang lebih obyektif akan lebih bisa menghargai capaian pemerintah sekarang. Mereka akan merasakan apa yang dibangun sekarang.

Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko

Sunday, March 10, 2019 - 17:00
Kategori Rubrik: