Tentang Majalah Tempo Yang Hilang di Pasaran

ilustrasi
Oleh : Damar Wicaksono
 
Dua edisi majalah Tempo dalam 2 minggu, yang nampaknya sangat dicari orang
 
Yg edisi pertama liputan investigasi kerusuhan 22 Mei (judul RUSUH OLEH SIAPA), kubu X nampaknya belum trtarik memborong habis, sehingga mash banyak warganet yang memperolehnya..
Tapi edisi yang terbit hari ini, tadi dini hari nampaknya banyak yg mborong
 
Entahlah siapa yg merasa perlu memborong. Dia ngga paham aja, kalo sekarang era internet 
 
Sudah ke 4 agen besar di seantero Semarang (iya, sy masih liburan), mereka bahkan ngga dapet, ketahan sd Jakarta katanya..
Pilihan final adalah membeli produk dijitalnya, yang kata mas Azul (pimred Tempo) luasnya (stoknya) tak trbatas langit..
 
Mari jadi bagian crowdfunding Tempo, dengan MEMBELI majalahnya, cetak ataupun dijitalnya.. Sehingga awak Tempo bisa terus bekerja dan memghasilkan berita2 investigasi yang kuat
 
Nyebarin pdf itu juga membajak, kuwi jarene mas Azul lho ya.. 
 
Walopun saya paham banget, kita semua ngga bermaksud jahat. Bahkan saat ingin menyebarnya karena ingin semua orang tau, ada orang2 jahat yang ingin merusak Republik
 
Orang2 jahat yang layak dihukum secara sosial maupun pidana
 
Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono
Monday, June 10, 2019 - 19:30
Kategori Rubrik: