Tentang Lima Anjing

ilustrasi

Oleh : Abdul Munib

Pertama Anjing Pers

Sebagai penjaga seluruh kebijakan publik dari esksekutif, legeslatif dan yudikatif pers disebut sebagai anjing penjaga atau Watch Dog. Katanya pilar ke empat demokrasi. Dia akan melakukan tugas kontrol sosial. Mengawasi dan menjaga apakah semuanya sesuai dengan ketentuan yang sudah disepakati. Watch Dog akan selalu mereaksi setiap keadaan untuk fungsi penjagaan. Itu dulu. Sekarang makanan anjing habis ?

Anjing Filsuf

Dalam ranah nalar filsafat maupun prakteknya tabiat anjing menjadi tamsil yang tepat. Karena anjing selalu menggonggong sesuai makrifatnya. Dan akan memilih diam (tidak menggonggong) sesuai makrifatnya. Walhasil kapan ia akan menggonggong dan diam selalu berdasarkan pengetahuannya. Kalau yang melenggang pencuri ia akan menggonggong. Kalau yang melenggang orang tak berbahaya yang ia kenal dia akan diam.

Anjing Sufi

Dalam kisah dunia sufi, Abul Yazid Albustomi terkenal dengan hikmat tentang dialog dengan anjing.

“Tubuhku kering dan tidak akan menyebabkan najis padamu. Bila pun engkau merasa terkena najis, engkau tinggal basuh 7x dengan air dan tanah, maka najis di tubuhmu itu akan hilang. Namun jika engkau mengangkat gamismu karena menganggap dirimu yang berbaju badan manusia lebih mulia, dan menganggap diriku yg berbadan anjing ini najis dan hina, maka najis yang menempel di hatimu itu tidak akan bersih walau kau basuh dengan 7 samudera” kata anjing kepada Syaikh Yazid.

Anjing Ashabul Kahfi.

Silahkan Mas Anang bahas ini. Jika ada binatang tertidur sampai 300 tahun, maka anjing Ashabul Kahfi yang bernama Kitmir inilah binatang yang mungkin pemegang rekor sebagai binatang dengan umur tertua. Katanya sih masih ada, ikan yang menelan nabi Yunus.

Kelima, Anjing Umpatan

Dilarang mengumpat.
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.

Dul Kampret : Jadi memaki dengan ngata-ngatai Anjing tidak boleh ya.

Pace Yaklep : Itu tadi ko bilang apa ?

Wan Bodrek : .....yang pancuri dana kopit.

Angkringan Filsafat Pancasila

Sumber : Status Facebook Abdul Munib

Tuesday, July 14, 2020 - 11:00
Kategori Rubrik: