Tentang Iran, China dan Tjangkeman FZ

Oleh: Bintang Noor Prabowo

 

Tadinya saya enggan nulis isu sensitif mengenai China dan Iran.. 
Soalnya, yang satu dituduh komunis, satunya lagi syiah.. dua atribut yang lumayan mengerikan kalau sampai disematkan kepada siapapun di republik yang baru belajar berdemokrasi (dan beradab) ini.. 
Amsyong-nya, kedua Negara ini di dunia akademik non-barat, bersama dengan India, terkenal sebagai negara pencetak cendekiawan yang produktif dalam menulis jurnal dan artikel ilmiah, dibanding dosen dan peneliti Indonesia.. 

 

dua orang kolega researcher saya kebetulan berasal dari kedua negara tersebut.. 
Zihua Pan, saya panggil Panny, berasal dari Tiongkok, sedangkan Mina Jowkar dari Iran.. 
sedikit banyak saya jadi ngerti tentang kedua negara tersebut dari perspektif orang dalam.. 

mereka berdua sibuk bikin artikel ilmiah, sementara yang dari Indonesia malah sibuk nulis postingan ngawur begini di fesbuk.. contohnya saya.. 
tapi, memang setelah denger (dan lihat) omongannya FZ di media, politisi bermulut buaya, lidah reptil, rai gedhek, bibir pecah-pecah, cocot kencono itu, jadinya gemes juga.. nulis artikelnya istirahat dulu, menumpahkan tai macan sejenak di timeline.. 

berani-beraninya hanya untuk memberikan justifikasi bagi junjungannya, sebagai representasi rakyat di parlemen, legislatif, house of representative-nya Indonesia, kok bisa-bisanya ngomong, (and I quote):
“..saya kira sebenarnya bukan lembek, tapi Pak Prabowo itu berusaha realistik.. realistis dengan situasi yang ada.. situasi yang ada ini memang kita tidak mempunyai kekuatan-kekuatan secara de facto untuk melindungi wilayah kita, wilayah ekonomi kita yang ada di wilayah Natuna itu.." 

tegkeeee.. 

omongan seperti itu harusnya tidak keluar dari mulut pejabat negara, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif di ruang publik.. 

di depan wartawan, media, dan forum publik lainnya, seorang negarawan seharusnya membangkitkan semangat dan nasionalisme bangsa.. bukannya malah membuat minder dan inferior masyarakatnya sendiri.. 
kalau di dalam rapat internal atau rapat komisi, masih OK lah.. ide-ide teknis dan fakta realistis bisa didiskusikan secara tertutup.. lantas dicarikan solusinya.. 

Pemerintah Iran juga melakukan hal yang cukup patriotik ketika dihadapkan pada situasi sulit hari-hari ini.. 
setelah Jenderalnya di-assassin ketika memenuhi undangan resmi di Irak, pemerintah Iran tentunya mengalami dilema yang sebelas duabelas.. 

kalau yg melakukan pembunuhan berencana tersebut adalah negara yang seimbang (atau lebih lemah) kekuatannya (misal Irak atau Kuwait), sudah pasti besok paginya akan berkibar bendera perang terbuka.. 
tapi, karena order pembunuhannya dilakukan oleh Trump sebagai POTUS, maka Iran berada dalam posisi sulit.. 
apa bila salah bertindak, bisa hancur lebur seperti Jepang pasca nekat menyerang Pearl Harbor; dua bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.. 
tapi bila tidak melakukan apapun, maka di mata rakyatnya, mereka akan dipandang lemah dan tidak punya harga diri.. 

nenek moyang yang dihormati para ahlul bait di Iran pernah melakukan "kesalahan" strategi yang sama, mengibarkan panji putih berangkat ke pusat kekuasaan khalifah dengan optimisme tinggi, dan kemudian rombongan cucu Nabi tersebut berakhir dibantai tanpa ampun di padang Karbala..

sebagai negara yang berdaulat penuh, namun didhzalimi oleh tetangga-tetangganya yang ikut mendukung sanksi ekonomi oleh US dan kroninya, Iran akhirnya bersikap lumayan keras dengan meluncurkan 22 missiles ke dua pangkalan militer US di Irak; setelah sebelumnya memberitahukan terlebih dahulu kepada pemerintah Irak bahwa serangan akan dilakukan 28 menit kemudian.. Oleh sebab itu casualties atau korban jiwa bisa dihindarkan (walaupun Iran mengklaim ada 80 korban jiwa).. 
menarik untuk disimak, Donald Trump yang menggertak akan menghancurkan 52 situs warisan budaya dunia yang ada di Iran, tidak melakukan serangan balasan.. sepertinya para advisor militernya sadar mereka telah bertindak melampaui batas atas pembunuhan Qasem Soleimani.. 

Orang bisa saja mencemooh serangan rudal yang “gagal” tersebut.. namun menurut saya itu adalah tamparan yang keras bagi US.. semacam tamparan dari pria kurus kering ke pipi pegulat WWF yang tinggi besar.. tidak menyakitkan memang, tapi cukup memberikan pesan bahwa ada harga diri yang sedang terluka..  
sepertinya belum pernah terjadi dalam sejarah modern, ada negara yang secara terbuka memberanikan diri meluncurkan rudal ke pangkalan militer Amerika di manapun di seluruh dunia.. 
Somehow, Iran merasa berhak melakukannya.. Persia itu sudah ada di sana sejak 7000 tahun yang lalu di tempat mereka berdiri sekarang ini.. dan mereka hanya sedang bertahan menjaga kedaulatan dan kehormatan bangsanya..

lah, Amerika ngapain coba di Timur Tengah, puluhan tahun, didanai trilyunan, lebih dari 10.000 kilometer jauhnya dari rumah mereka.. beda benua pula..
untuk perdamaian dunia? ah, bullshit.. 
ini selalu soal minyak, guys.. black dollar.. 

Donald Trump adalah presiden terbodoh dalam sejarah US.. tukang bully internasional.. dan sekarang: penjahat perang.. buat saya, skandal rudal Bill Clinton masih lebih lumayan damage cost (DC) nya dibandingkan serangan rudal dari drone Amerika ke tamu negara pemerintah Irak.. 

Kim Jong Un, diktator yang sakit jiwa itu malah disambanginya.. diajak salaman dan foto-foto.. 
tahu kenapa? karena Korea Utara punya bom nuklir.. 
sedangkan Iran sedang dicegah untuk menjadi salah satu negara yang mampu memproduksi bom nuklirnya sendiri dengan digencet sana-sini melalui embargo ekonomi dan Nuclear Deal di era Obama.. 

pesan moral dari James Hetfield: to secure peace, is to prepare for war.. so be it.. 

Trump itu adalah sosok insecure yang tidak stabil jiwanya.. produk dari kampanye pilpres yang brutal, bigot, dan penuh politik identitas.. semoga rakyat amerika belajar dari kesalahan memilih gubern.. eh, presiden bodoh semacam itu..

Trump mengendalikan amerika seperti ketika dia masih jadi host serial reality show The Apprentice.. atau jadi figuran di WWF.. seperti menyerahkan kendali tank militer canggih ke bocah TK..

anyway, 

statement Pak Prabowo sebetulnya juga tidak salah, memang sebaik-baiknya diplomasi yang beradab adalah melalui perundingan dan peradilan internasional.. bukan dengan senjata.. kita cool aja.. 
tapi tjangkem FZ tidak perlu sampai segitunya.. 
nyinyir ya nyinyir, njilat ya njilat aja.. tapi jangan merusak mental bangsa dong.. 
esmosih gw..

Presiden Jokowi juga sudah memberikan semacam kontra statement dengan gagah berani mengunjungi pulau Natuna, dan bersikap keras dalam orasinya bahwa TNI akan selalu siap sedia melindungi tanah air Indonesia.. 
bukan karena dia yang paling berani, dan lebih TNI daripada TNI.. tetapi karena Pak Presiden tahu bahwa status pulau Natuna sudah aman 100% sebagai wilayah Indonesia dan diakui China.. 

yang masih menjadi sengketa adalah sebagian kecil wilayah perairan Natuna yang diklaim sepihak oleh Tiongkok sebagai wilayah laut tradisionalnya, karena China juga mengklaim sebagian wilayah kepulauan Spratly yang berada di dekat Phillippina.. Indonesia tidak berkepentingan dalam memperebutkan bagin daratan manapun dari Spratly Islands.. 
kalau misalnya Indonesia nekat memaksakan wilayah tradisional kerajaan Majapahit sebagai wilayah kedaulatan ekonominya, nah, baru kita akan gelut cantik dengan panda import..

gelut seriusnya China itu sebetulnya dengan Filipina dan Vietnam.. Indonesia cuma kecipratan awu anget, walaupun memang sebagian garis klaim China yang menjorok sedikit ke perairan Natuna harus tetap dilawan setiap jengkalnya.. setiap kilaknya.. halah..

ini semacam Pak Lurah bandot beristri tiga, naksir anak gadis Pak RW yang sudah dilamar putra pak RT, sedangkan kita jadi semacam tetangga sebelah yang halamannya berpotensi ikut terinjak-injak rusak kalau mereka gelut terbuka.. lagi pula si Pak Lurah kalau ngintip si gadis main congklak, sebut saja namanya Bunga, suka nyelonong pager kita, nginjak-injak taman.. 

sebagai penutup, biasanya saya kasih jokes dan punchline.. kali ini enggak deh..
kali ini saya malah merasa berdosa telah becandain FZ.. 

ampuni saya yaa Lord..
terakhir kali saya becandain orang aneh itu cuma Vicky Prasetiyo, Anies Baswedan, dan Donald Trump.. 

tiga-tiganya malah tercapai cita-citanya..

 

(Sumber: facebook Bintang Noor Prabowo)

Wednesday, January 15, 2020 - 00:30
Kategori Rubrik: