Tentang Hadits Palsu

Ilustrasi

Oleh : Arif Kurniawan

Bahkan Di zaman nabi ucapan "" dustatelah diatributkan kpd beliau 
sedemikian rupa sehingga nabi mengatakan dlm kotbah beliau;
"Barangsiapa berdusta tentang aku 
Maka sedialah UPAYA MEMUTUS HUBUNGAN RASUL DENGAN AHLUBAITNYA (2)

Ketika Adam sadar akan kesalahannya tidak memenuhi seruan Allah di sorga, Adam bertaubat dengan cara bertawasul pada Ahlubait. Artinya ada hubungan yang tak terputus antara Rasul dengan Ahlubaitnya.

QS Al Baqarah (2):37
“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhan-nya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”
[D dineraka

Dalam hal ini Imam Ali as berkata ;
""Org yg meriwayatkan hadits terbagi dlm 4 jenis tak lebih;

1.KAUM MUNAFIK PENDUSTA
Org munafik adalah prg yg memamerka keimanan dan mengabil wajah muslim
" dia dgn sengaja mengatrbutkan hal hal yang dusta kpd Rasul. Bila org tahu dia munafik mereka tdk akan menerima apapun dari dia.
Sebaliknya mereka mengatakan bahwa dia sahabat nabi, dia telah bertemu beliau, mendengat dari beliau dan mendapatkan pengetahuan dari beliau.Allah juga telah memperingatkan tentang orang " munafik.
Mereka berlanjut sampai zetelah masa Rasul. Orang" ini beroleh kedudukan dg para pemimpin sesat dan pendawah keneraka melalui kepalsuan dan fitnah. Para pemimpin sesat ini menempatkan orang " munafik pada jabatan"tinggi dan menumpuk harts melalui mereka.
( para pemimpin sesat bahkan membakar hadits" Rasul).

2. ORANG YANG KELIRU.
Kemudian ada org yg mendengar dari Rasulullah. Tetapi tidak menghapal sebagaimana adanya. Melainkan menyimpulkannya. Dia tidak berdusta dg sengaja.lalu dia membawaucapan itu dan meriwayatkannya, mengamalkannya dan mengaku bahwa aku mendapatkannya dari Rasulullah..

3. ORANG YANG TAK TAHU.
Orang ke tiga adalah orang yg mendengar Rasul saww memeriñtahkan untuk melakukan sesuatu. Dan kemudian nabi melarang orang untuk melakukannya. Atau dia mendengar orang dan kemudian beliau mengizinkannya. Tetapi org itu tdk mengetagui ijinnya.. dengan demikian dia memelihara dalam pikirannya apa yang telah dihapuskan dsn tidak menghapusnya dg hadits yang menggantikannya.

4. ORANG YANG MENGHARAP DENGAN BENAR
Orang yang tidak bicara dusta kepada Allah dan RasulNya . Dan benci akan kepalsuan karena takut kpd Allah dan menghormati Rasul dan tidak membuat kekeliruan. Tetapi mencatat dlm pikirannya tepat apa yang didengarnya , tanpa menambah atau meninggalkan sesuatu. Dia mendengar hafits yang menasakh dan menahannya dan ber amsl menurutnya.
Dia mendengar hadits yang sudah dinasakh dan dia menolaknya. Dia jua mengerti tentang hal hal yang khusus dan umum. Dan menenpatkan segala sesuatu pada kedudukan semestinya.

Itulah sebab dan dasar perbedaan dikalangan orang" tentang banyak nya hadits hadits yamg beredar .

Melalui haditsnya Radul sudah mengingatkan kita tentang akan beredar nya hadits palsu. 
SabdaNya ; "" BANYAK HALHAL BATHIL AKAN DI ATRIBUTKAN KEPADAKU SETELAH AKU MATI . DAN BARANG SIAPA BERKATA DUSTA TRNTANG AKU SEDIALAH KEDIANNYA API NERAKA"".

Dan pemalsuan hadits ini begitu sepat berjalan dan tertata dengan dimulainya pembakaran hadits
Hadits. Tak lama berselamg wafatnya rasul . Dan ini dijadikan kesempatan oleh kaum munafik dan yang membenci bani hasyim dan khususnya itrah rasulullah . 
Dengan melegalkan sebuah riwayat yang sangat populer 
"" Bahwa sahabat Nabi benar dgn
Berpikir apa yang dikatakannya 
Tepat dan apa saja yangereka 
Sampaikan benar. Dan mustahil 
Mereka Salah "".

Hal inilah yg mendorong kaum munafik dan pembenci keluarga nabi menjadi semakin merajalela. Dengan banyak meriwayatkan hadits "palsu yang menjadi sumber pertahanan kekuasaan 
Dan puncaknya adalah terjadinya genocyde dan pembantaian keluarga Rasul di Karbala". 
Dan masyarakat kini hanya berkata itu hanya sebuah "" perebutan kekuasaan ". Dan harta.

Sumber Nahj balaghoh kutbah 209/Status Facebook Arif Kurniawan

 

Saturday, October 28, 2017 - 19:15
Kategori Rubrik: