Tentang Esemka Dan Djarum

ilustrasi

Oleh : Gus Bin

jadi begini..

dulu, setelah perang dunia kedua, jepang hancur lebur kalah total..

setelah era industrialisasi dimulai di Jepang, yang pertama kali dilakukan adalah meniru produk eropa (dan amerika)..

kamera, mobil, motor, pompa air, nyaris semua barang machinary, dibeli dan didatangkan ke jepang, untuk dibongkar dan dibuatkan tiruannya..

awalnya, kualitasnya pasti jauh di bawah produk eropa.. teknologi metalurgi jepang waktu itu belum bisa menyamai kemampuan pabrik pabrik di benua lain tersebut.. mobil, motor, kamera, pompa jepang terkenal sebagai produk murah yang gampang rusak..

saya masih ingat, almarhum bapak yang fanatik dengan kamera produksi eropa, karena kamera jepang itu dianggap kualitas rendah.. gamoang rusak, gambarnya jelek..

dengan kedisiplinan dan ketekunan ala jepang, hari ini kita menyaksikan produk otomotif jepang seperti Honda dan Yamaha, merajai sirkuit motoGP.. mobil-mobil jepang terkenal ringan, gesit, dan hemat bahan bakar.. kamera jepang leading di teknologi..

kita menyebut Sanyo sebagai nama generik pompa air.. di beberapa desa di Indonesia, nama Honda menjadi sebutan generik untuk sepeda motor.. honda-hondanan di sore hari, setelah beli Honda merk N-Max..

kita juga masih ingat generasi mobil korea yang sempat ditertawakan ketika anak pak Harto memasukkan utuh (Completely Built Up/CBU) sedan KIA sebagai Mobil Timor dan mobil Hyundai sebagai merk Bimantara Cakra dan Nenggala, yang gagal total itu..

generasi ke sekian dari mobil Korea hari ini dianggap senyaman mobil eropa..

beberapa waktu belakangan, China juga sedang dalam reputasi yang sama dengan produk Jepang pasca perang dunia kedua.. dicemooh dan diremehkan sebagai produk KW-2, abal-abal, dan mudah rusak..

cara yg dilakukan lebih brutal.. mencontek mentah-mentah mobil jepang dan eropa.. menjiplak persis desain apple dan samsung.. memproduksi TV seperti sony..
beberapa juga dilakukan dengan metode transfer teknologi.. Honda-Jialing misalnya..

motor Honda diijinkan diproduksi di China dengan catatan di tahun kesekian harus memproduksi motor dengan merk Honda-Jialing.. pada akhir transfer teknologi, pabrik di china boleh memproduksi sendiri motor merk Jialing, tanpa embel-embel Honda.. versi Jialing yg mirip honda supra inilah yg belakangan masuk indonesia sebagai produk ambyar.. setahun pakai langsung remuk.. dan gilanya, ketiadaan sparepart bisa langsung diisi sparepart Honda.. plug and play..

tapi saya punya keyakinan bahwa dalam waktu yg tidak lama lagi, China akan mampu memproduksi mesin dan barang elektronik dengan kualitas sesuai pesanan dan harga..

mau kualitas-super harga-lumayan, bisa.. mau harga-murah kualitas abal-abal juga bisa..

palugada..
apa lu mau gw ada..

Indonesia dengan ribut-ribut Esemka belakangan ini nampaknya harus belajar dari Jepang, Korea, dan China.. metode ATM, Amati, Tiru Modifikasi bisa dilakukan..

mobil rakyat harga dibawah seratus jutaan itu bisa jadi adalah produk assembly dari puluhan atau bahkan ratusan pabrik komponen mobil.. sebagian lokal, sebagian impor, dan memang sepertinya China.. so what?

bila memang itu yang harus dilakukan, so be it..

memang ada sedikit kekecewaan, kenapa semangat yang sama tidak ditunjukkan untuk mendukung mobil dan motor listrik milik mas Ricky Elson dan Abah Dahlan Iskan yang bukan bapaknya Chelsea Islan..

melalui Pak Habibie (lelas sehat, bapak), kita sudah terbukti bisa memproduksi pesawat terbang.. itu yg nyinyirin Esemka pada yakin kalau komponen mesin pesawat N250 itu buatan indonesia 100%?

karena kita sudah bisa bikin pesawat, kereta, dan kapal laut, nampaknya aneh kalau kita tidak bisa produksi mobil dan motor sendiri, yang tiap hari beribu-ribu diantaranya berseliweran disekitar kita..

kalau memang kita harus babak bundas membuat mobil dengan lisensi asing sekalipun (seperti Proton-nya Malaysia) di awal, rasa-rasanya kok tidak madalah, dibanding tetap membeli dari negara produsen lain..

kita ini kok seperti pesimis dengan kemampuan bangsa sendiri..

tahu nggak, Vespa dan motor bebek Honda C-70 yg di negara asalnya sudah punah, di negara kita bisa dihidupkan lagi oleh bengkel-bengkel pinggir jalan, dengan segala kearifan (dan kekanibalan) lokalnya..

kita harus bangga dengan Indonesia dengan segala daya resiliensinya.. daya ndal ban..

termasuk mengenai pendanaan audisi siswa sekolah bulutangkis Djarum yg banyak menghasilkan legenda dan juara itu..

sepanjang belum ada produk raket, sempak, roti, BUMN, dan swasta yang bisa menyamai prestasi PB Djarum dalam mencetak bibit juara, hambok ben biarkan saja mereka mendidik dengan sistem mereka.. KPAI bisa memelototi dijalankannya regulasi, misalnya dengan memastikan iklan rokok tidak ada di event olah raga.. memastikan para atlit muda tidak dicekoki rokok.. tapi seharusnya agak melunak ketika nama Djarum tercantum di kaos.. toh juga bukan tulisan Rokok Djarum Super..

btw, menurut survey WHO, Djarum adalah produk rokok terkecil di dunia..

sedangkan menurut survey UNICEF dan UNESCO, orang termiskin di dunia juga di Indonesia, tercatat atas nama Hamdan ATT..

Sumber : Status Facebook Gus Bin

Monday, September 9, 2019 - 11:45
Kategori Rubrik: