Tentang Debat Mahaputra

ilustrasi

Oleh : Karto Bugel

Menanggapi cuitan Mahfud MD atas alasan pemberian penghargaan Bintang Mahaputra Nararya yang sedikit banyak menjadi heboh, lebih bagus bila bisa ditampilkan mana aturan dan UU yg mendasarinya.

Mahfud MD sebagai Menkopolhukam yang berada dibawah presiden memang harus membuat ini bisa dipahami, bisa dimengerti bukan berdasar prasangka.

Sepintas lalu, pak Mahfud hanya mengungkapkan soal kebiasaan beberapa saat terakhir ini, namun belum menyebut UU yang mendasarinya.

Ada 5 kelas Maha putra dan benar Nararya adalah bintang Mahaputra kelas 5, namun taukah anda bhw konskwensi logisnya adalah kedua orang tersebut otomatis mendapat hak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, TMP Kalibata misalnya.

Membayangkan TMP Kalibata suatu saat nanti diisi oleh orang dengan jejak seperti itu, apa ga kasihan Adam Malik, Sutan Sahrir hingga Juanda yang juga telah beristirahat disana?

Kecuali makna tentang apa itu pahlawan sepakat untuk kita degradasi sampai titik itu.

Seharusnya, penganugrahan bukan berdasar kebiasaan, namun tentang track record dan penilaian yang benar-benar terbebas dari kepentingan.

Ini tentang sejarah Indonesia yang akan dibaca dan dibuat teladan bagi anak cucu kita nanti.

Salam Indonesia Merdeka.

Sumber : Status facebook Karto Bugel

Thursday, August 13, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: