Tentang Data Militer, Prabowo Kurang Informasi Atau Salah Input?

ilustrasi

Oleh : Rudi S Kamri

DARI keriuhan Debat Capres ke-4 semalam yang paling menarik perhatian saya adalah berulangkali Prabowo mengatakan MILITER KITA LEMAH. Berulang-ulang Capres 02 tersebut mengatakan pertahanan kita rapuh. Sampai-sampai dia meluapkan emosi dan kemarahannya ke penonton yang dianggap menertawakan dirinya.

Benarkah militer kita lemah ? Jawabannya : TIDAK BENAR !!!

Saya bingung dengan ucapan Capres 02 ini. Dia dengan bangga memuji-muji Singapore dan mengatakan militer kita lemah. Darimana dia mendapatkan data yang menyesatkan tersebut ? Dia begitu kudet dan bodoh atau mendapatkan masukan sesat dari Tim Debat BPN ? Atau jangan-jangan dia sengaja menyebarkan kebohongan atau HOAX lagi. Karena strategi POST-TRUTH memang seperti itu : sengaja mendistorsi kebenaran informasi.

Realita dan kebenaran yang perlu diketahui oleh masyarakat Indonesia adalah TIDAK BENAR kalau dikatakan bahwa militer atau kekuatan angkatan perang kita itu lemah atau rapuh. Menurut rilis lembaga peringkat yang paling kredibel di dunia yaitu SPECTATOR INDEX, Indonesia masuk peringkat ke 15 dalam "Most Powerful Militaries 2019". (Lihat daftar). Ini termasuk peringkat yang lumayan tinggi. Indonesia mempunyai kekuatan militer nomor 15 di dunia dan nomor 5 di Asia serta nomor 1 di kawasan ASEAN. Kekuatan militer Indonesia bahkan lebih tinggi dibanding Australia dan Korea Utara.

Lalu apa dasarnya Prabowo mengatakan militer kita lemah ? Entahlah.

Saya lebih cenderung menyalahkan Direktur Debat BPN 02 yaitu Sudirman Said yang telah gagal melaksanakan tugasnya. Karena memberikan masukan yang salah dan sesat. Dan yang paling memalukan Timses kubu 02 telah membiarkan Capresnya terlihat bodoh di mata masyarakat. Prabowo yang berulang kali menuduh Jokowi mendapat masukan yang salah eh ternyata dia yang mendapat masukan yang sesat. Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.

Prabowo yang katanya telah ribuan tahun mempelajari ilmu perang, nampak sekali TIDAK MENGUASAI "Modern Strategic Defense Strategy". Pendapatnya tentang pembangunan bidang pertahanan cenderung kuno dan terkesan tidak menguasai perkembangan teknologi perang saat ini yang telah masuk era cyber-war dan asymmetric war technology.

Dan yang saya sesalkan, sebagai mantan perwira tinggi TNI (meskipun dipecat), Prabowo sangat tidak bijaksana dengan seringnya menunjukkan ketidakpercayaannya dengan institusi TNI. Ujaran yang seharusnya tidak disampaikan di muka umum oleh seorang yang membanggakan dirinya sebagai LEBIH TNI DARIPADA TNI. Hellooooo ?

So, wajar kan kalau orang mentertawakan Anda, Pak Prabowo !!!

Salam SATU Indonesia,
Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri

Tuesday, April 2, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: