Tentang Cuci Darah, Prabowo Hoax (Lagi)

Ilustrasi

Oleh : Riza Iqbal

Pernyataan Prabowo tentang penggunaan selang cuci darah, hemodialisis (blood tubing) yg dipakai oleh 40 orang sudah dibantah pihak RSCM. Direktur Medik dan Keperawatan RSCM, dr. Sumaryono mengatakan, RSCM menggunakan sekali pakai (single use), baik untuk selang hemodialisis (blood tubing) maupun dializer (artificial kidney/ginjal buatan).

Memang untuk dializer (ginjal buatan), dr. Sumaryono mengatakan bisa digunakan berulang kali (reuse) setelah dilakukan proses sterilisasi dan uji kelayakan, tapi hanya untuk pasien yg sama. Artinya penggunaan ulang dializer tidak dilakukan pada pasien yg berbeda.

Penggunaan ulang dializer pertama kali dilakukan pada tahun 1964, yaitu dengan menyimpan dializer di dalam lemari es sampai dialisis berikutnya. Tehnik reuse dializer selanjutnya berkembang semakin balk sejalan dengan bertambahnya pusat2 dialisis yang melaksanakan tindakan reuse dializer ini.

Menurut laporan Centers for Disease Control (CDC) of United State tahun 1992, 72 persen pusat dialisis di seluruh Amerika menjalani proses reuse dializer. Sebuah dializer dapat dipakai beberapa kali, hal ini sangat bervariasi tergantung pada keadaan pasien dan unit dialisisnya. Suatu penelitian pada beberapa pusat dialisis, didapatkan kira2 satu dializer dapat dipakai sampai 13 kali ( Doug, 1996).

Di Indonesia, penggunaan reuse dializer dikenal umum saat terjadinya krisis moneter tahun 1998. Saat itu biaya cuci darah melonjak hingga 400%. Untuk menekan biaya tersebut, beberapa rumah sakit menyarankan kepada pasiennya untuk menggunakan dialzer yg sama.

Ada tiga komponen utama untuk melakukan cuci darah yaitu mesin hemodialisis, selang hemodialisis (blood tubing), dan dializer (artificial kidney/ginjal buatan) dan yang bisa digunakan ulang adalah dializer (ginjal buatan) bukan selang darah (blood tubing).

Jadi, darimana prabowo mendapat informasi selang darah digunakan oleh 40 orang..?
Apa dari pembisik yang useless brain..??

Sumber : Status Facebook Riza Iqbal

Thursday, January 3, 2019 - 13:00
Kategori Rubrik: