Tentang CRISPR

ilustrasi
Oleh : Fady Abu Zayyan
Kini dunia mulai intens membahas tentang CRISPR (Clusters of Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats). CRISPR adalah bioteknology yang mampu mengedit dan merekayasa DNA. Berikut ini adalah tautan tentang CRISPR yang dibahas oleh TRT World pada empat hari yang lalu:
Padahal, saat awal meletusnya Pandemik, saya sudah membahas hal ini. Yaitu adanya potensi penyalahgunaan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi. CRISPR memang awalnya ditemukan dengan tujuan kemanusiaan. Salah satunya adalah untuk menyembuhkan penyakit kronis akibat infeksi virus, bakteri dsb. Seperti HIV yang belum ditemukan obatnya, biotekhnologi ini mampu mengedit DNA manusia dan memutus "cantolan" antara inang (pasien) dengan virus HIV. Lalu bagaimana jika subjeknya dibalik? Yang diedit justru RNA virus tertentu, misalnya milik hewan yang seharusnya tidak dapat menginfeksi manusia. Tujuannya untuk menciptakan jenis penyakit baru dan belum dikenal oleh sistem imun kita? Dan kemudian disalahgunakan sebagai Senjata Biologi?
Berikut link tulisan saya pada saat itu:
Kini, saat Vaksin Covid-19 telah ditemukan dan terdapat beberapa kasus kegagalan vaksin besutan Pfizer, kenapa diskursus tentang CRISPR kini muncul lagi? Apalagi penemunya telah diberi penghargaan Nobel pada Oktober 2020 lalu? Apakah ini adalah sinyal bahwa CRISPR akan menjadi komoditas? Sebagaimana juga pernah saya ulas dengan judul "DARI CRISPR KEMBALI KE CRISPR"
Ketika Pfizer yang dibelakangnya ada Rothschild sebagai pemodal melalui BlackRock telah kalah bersaing dengan Sinovac, apakah CRISPR menjadi alternatif untuk Immunity Covid-19 dengan segmen kelas sosial menengah ke atas? Apalagi kini dibangun propaganda bahwa Vaksin bisa merusak DNA supaya khalayak ramai2 menolak Vaksinasi. Padahal untuk mengedit DNA seseorang, tentunya harus ada sample DNA orang tersebut serta memakan biaya yang tidak sedikit. Dan jelas berbeda prosedur dengan vaksinasi
Dan sudah sepatutnya kita berterima kasih kepada para penemu Vaksin Covid-19 dengan tujuan menciptakan kekebalan tanpa kita harus melalui CRISPR. Mari kita semua berpikir..
*FAZ*
Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan
Sunday, January 24, 2021 - 09:00
Kategori Rubrik: