Tentang Cinta dan Pernikahan

ilustrasi

Oleh : Suratno Muchoeri

Gegara drama-korea WOMC/world of married couple, topik cinta dan pernikahan jd banyak diperbincangkan di sosial-media. Spt pepatah lama "stlh cinta, ada pernikahan". Tentu tdk semua berjalan spt itu. Misal konsep cinta tak harus memiliki dll hehe. Ttg cinta dan pernikahan saya jd inget, konsep Filsafat Cinta & Pernikahan ala filsuf terkenal yakni Plato.

Suatu hari seorang murid datang pd Plato. Dia bertanya "Apakah cinta itu?". Lalu Plato menjawab "Pergilah ke padang rumput di sebelah utara. Di musim semi spt ini biasanya padang itu ditumbuhi macam2 bunga yg indah. Carilah bunga yg menurutmu paling indah. Petik satu utkmu & bawa kesini. Saat kamu dptkan bunga terindah itu, kamu tlh menemukan cinta. Tapi ingat!!! Kamu hny boleh berjalan maju sekali. Tdk boleh mundur lg.".

Lalu pemuda itu pergi menuju ke padang rumput yang di maksud Plato. 2 Jam stlhnya dia ketemu Plato lagi. Tp murid itu tidak membawa apa2. Plato bertanya kepadanya "Knp kamu tdk bawa bunga yg kuminta? Apa di sana tdk ada bunga yg tumbuh?" Murid mnjwb "Di sana byk bunga yg indah. Tapi, setiap saya ingin memetik sebuah bunga, saya berpikir jangan2 di depan sana akan ada bunga yg jauh lebih indah. Karena saya terus berpikir spt itu, akhirnya saya sampai di ujung padang rumput & tidak ada bunga lg." Plato mengangguk2. "Ya, itulah CINTA".

Plato brkata lg "Sekarang, pergilah ke hutan di sblh selatan. Tebanglah sebuah pohon yg menurutmu plg sehat & kualitas kayunya plg bagus". Murid itupun pergi ke hutan yg dimaksud Plato.

Stlh 1 jam murid itu kembali pd Plato smbl bawa sebatang pohon & berkata : "Kali ini saya tdk mau mengulangi kesalahan yg sama. Saya berjalan & melihat sebuah pohon yg saya rasa sgt baik. Lalu sgr saya tebang & saya tdk lg melihat2 pohon lain. Saya yakin pilihan saya tepat & sgr membawanya ke sini."

Plato brkata pd muridnya "itulah PERNIKAHAN. Jadi CINTA adalah ketika kamu dpt menahan keinginanmu akan kesempurnaan. Waktu tidak bisa berjalan mundur & hanya cinta yg mmungkinkan kamu menerima apa-adanya. Lalu, PERNIKAHAN itu kelanjutan dari CINTA, yaitu proses utk dpt kesempatan kedua. Jd kalo kamu trll ingin kesempurnaan dlm pernikahan, maka justru tdk akan dapat apa2".

Klo kita menikah mmg akan bnyk cinta dlm klrg. Tp mmg tdk ada kesempurnaan. Bhkn ada teman yg brkelakar "Cinta itu spt mimpi-indah dalam tidur panjang, dan pernikahan adalah jam-alarm yg mmbangunkan kita dr tidur itu".

Meski begitu, Plato benar adanya ketika blg "Love is the beautiful flower in the garden and marriage is the best quality of tree" (cinta adalag bunga yg indah dikebun, dan pernikahan adalah kualitas terbaik dari pohon2 di kebun itu).

CINTA SEJATI spt di bilang filsuf Erich Fromm "Wirkliche Liebe ist ein Ausdruck der inneren Produktivität und umfasst Fürsorge, Respekt, Verantwortlichkeit und Wissen" (Cinta sejati adalah ekspresi produktivitas diri, termasuk didalamnya perhatian, penghormatan, tanggung jawab dan pengetahuan).

Terakhir sy ingin mengutip ungkapan pujangga terkenal Jerman yakni Johann Wolfgang Goethe "Liebe ist etwas ideelles, heiraten etwas reelles. Und nie verwechselt man ungestraft das eine mit dem anderen"----Cinta itu ideal, nikah itu yg nyata. Dan kerancuan antara yg ideal dan yg nyata, kadang memunculkan masalah".

Apapun itu, kita percaya urusan hidup, mati, rejeki dan jodoh itu ditangan Tuhan. Jd sy pribadi sgt menghormati mereka yg memutuskan untuk sendiri (tdk menikah) dan atau menikah tp lalu cerai atau pasangan meninggal setelahnya memutuskan sendiri aja (tdk menikah lagi).

Smg manfangat dan berkah.

Danke

Sumber : Status Facebook Suratno Muchoeri

Wednesday, May 20, 2020 - 21:30
Kategori Rubrik: