Tentang APD

ilustrasi

Oleh : Alto Luger

Pemerintah lewat Kemenkes sudah punya standar protokol pemakaian APD dalam penanganan Covid19 berdasarkan tempat layanan kesehatan, profesi dan aktifitas petugas kesehatan. Untuk tenaga kesehatan tingkat pertama: yang bekerja di tempat praktek umum di mana kegiatannya tidak menimbulkan resiko tinggi, tidak menimbulkan aerosol maka bisa memakai APD masker bedah, gaun dan sarung tangan pemeriksaan. Di tingkat 2 di mana dilakukan pengambilan sampel non pernapasan atau di laboratorium, maka APDnya juga berbeda. Yang di tingkat 3 juga berbeda dan lebih 'secure dan lengkap' lagi.

Nah, yang menarik adalah di menit 9:54 dikatakan begini "Kami menghimbau kepada seluruh tenaga kesehatan agar cermat dalam memilih dan menggunakan APD sesuai dengan tingkat resiko yang dilakukan...Karena pemilihan APD yang baik akan melindungi tenaga kesehatan dari tertularnya virus Corona".

Kenapa menarik?

1. Ucapan himbauan itu datang dari institusi yang membawahi tenaga kesehatan. Seharusnya, Kemenkes harus memberikan instruksi yang bersifat mengikat, bukan himbauan yang sifatnya tidak mengikat.

2. Kalau sifatnya adalah himbauan, maka 'liability' itu ada di tenaga kesehatan, bukan di Kemenkes. Jadi nakes yang karena dedikasi tinggi bekerja dengan APD seadanya, maka jika terjadi sesuatu dengan nakes tersebut, dianggap sebagai kelalaian individu. Kemenkes lepas tangan. Ini fait accompli, dan ini tercermin dalam pemberitaan bahwa menurut kemenkes, salah satu akibat bergugurannya tenaga medis adalah karena salah memakai APD, atau APD yang tidak memenuhi standar.

3. Himbauan berarti tidak ada kewajiban untuk memastikan bahwa APD menurut tingkat resiko yang sudah ditentukan oleh Kemenkes itu tersedia bagi tenaga kesehatan.

4. Di sini juga tidak disebutkan langkah2 yang sudah diambil kemenkes untuk MEMASTIKAN tersedianya APD sesuai standar yang disebutkan, dan kontinyuiti dari ketersediaan APD tersebut bagi Nakes. Tanggung jawab Kemenkes tidak disebutkan di sini.

5. Buat teman2 yang bekerja di dunia keamanan dan resiko, satu hal yang PASTI AKAN DIHINDARI adalah menciptakan KETIDAKPASTIAN akan liability.

Misalnya gini: Penerbangan yang paling aman adalah airline A, untuk itu maka kami menghimbau semua karyawan untuk cermat dalam memilih airline saat bepergian. Ini salah karena tidak jelas siapa yang bertanggung jawab jika terjadi insiden.

Perusahaan yang baik akan mengatakan begini: penerbangan yang paling aman adalah airline A. Semua karyawan hanya boleh bepergian dengan memakai airline A. Apabila karyawan memutuskan untuk memakai airline B maka perusahaan tidak akan bertanggung jawab atas akibat yang ditimbulkan.

Ada sifat kepastian dalam aturan ini, dan perusahaan bisa digugat jika ternyata saat memakai airline A, terjadi kecelakaan. Atau, karyawan bisa menolak jika diperintah oleh atasan untuk naik Airline B.

Manajemen resiko itu MAHAL, tapi Nyawa itu gak bisa dinilai dengan uang!

Silahkan sahabat2 dokter menanggapi...

eh tapi #WhySoSerious

Sumber : Status facebook Alto Luger

Sunday, April 19, 2020 - 11:00
Kategori Rubrik: