Tenabang

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Kalo mau jujur, carut marut kawasan niaga dan permukiman di sekitar Jalan Jatibaru, Mas Mansyur dan Abdul Muis itu juga belum berhasil dituntaskan gubernur Jokowi-Ahok-Djarot. Pemindahan PKL di emperan dan trotoar ke Blok G juga kurang berhasil

Tapi trotoar di sebagian besar kawasan sudah bagus. Lebar dan nyaman (jika PKL tertib). Trio gubernur baru membereskan 30% masalah. Wajar, problem puluhan tahun tak mungkin dikerjakan 5 tahun

Tantangan besarnya adalah pengangguran yang masif, terstruktur dan sistematis (halah). Tanah Abang adalah kawasan/kecamatan terpadat kedua setelah Johar Baru (keduanya masuk JakPus). Kapolseknya saja berpangkat AKBP (sama dgn Menteng, Tamansari, Gambir, Kebayoran Baru, Penjaringan dan Setiabudi)

Sebagian pengangguran itu direkrut oleh "penguasa bawah tanah" Tanah Abang untuk menjaga keamanan (kantor atau pusat niaga) dan parkir yang besarnya luar biasa. Dan parkir2 liar itu sudah lama menjadi penyebab semrawutnya kawasan. Dan pemda lama tak berdaya Contoh adalah parkir motor Blok A dan B yang dobel. Perusahaan Parkir kontrak Pemda dan sebelumnya bayar di oknum warga

Dan pemilik pusat niaga Blok A berkelindan dgn si "penguasa bawah tanah" itu 

Satu-satunya cara mengatasi kesemrawutan adalah mencarikan lapangan kerja buat ribuan tukang parkir dan keamanan itu. Itu akan menghilangkan (mungkin) 50% carut marut Tenabang

Atau menunggu senjakala Blok A

Atau menunggu gubernur Ahok kembali #eh

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Wednesday, October 25, 2017 - 15:00
Kategori Rubrik: