Temu Cikeas, Koalisi Kekeluargaan= Koalisi Keribetan

Oleh : Muhammad AS Hikam

Tidak perlu diherankan jika pertemuan para elit parpol2 yaitu PD, PPP, PKB, dan PAN hanya berujung omong-omong sambil ngebakso doang. Sebab kalau memang apa yg disebut dg Koalisi Kekeluargaan (KK) itu efektif, tentu sudah lama paslongub DKI 2017 dihasilkan. Mungkin singkatan KK itu sudah berubah, menjadi Koalisi Keribetan.

Faktanya malah aneh: Koalisi itu berantakan dan gagal memunculkan paslon yg akan didaftarkan di KPUD DKI pdhl tinggal dua hari lagi waktu yg tersisa. Dua anggota KK, Gerindra dan PKS, yg tak hadir dlm pertemuan Cikeas semalam, sudah semakin jelas siapa yg akan mereka ajukan. Mereka cukup berdua saja utk memenuhi syarat minimum agar bisa mengajukan paslon yaitu 22 kursi di DPRD. Dan jika keduanya digabung hasilnya adalah 15+11 = 26 kursi.

Kegagalan menemukan paslon dr parpol itu sebabnya sederhana saja: mereka lebih mementingkan kepentingan elit ketimbang kepentingan rakyat Jakarta di masa depan. Kalau cuma retorika, pasti semua bisa, tetapi kalau sudah sampai kepada hal kongkret semuanya akan amburadul. Seandainya pertemuan tsb diperpanjang sampai hari Minggu pun hasilnya Insya Allah sama: Omdo!

Yg menarik, dari 4 parpol tsb ada 3 yg punya basis massa Islam: PPP, PKB, dan PAN. Dan mereka itulah yg saya yakin paling susah utk melakukan negosiasi apalagi kompromi. Tetapi kalau soal retorika, apalagi yg menggunakan wacana moralitas, mereka pasti jawara2 nya.

Jadi siap2 saja kalau Pilkada DKI hanya diikuti dua paslon: BTP-DSH vs SU- Mardani. Dan jika demikian, pemenangnya sudah bisa ditebak.**

Sumber : facebook Muhammad AS Hikam

Thursday, September 22, 2016 - 11:15
Kategori Rubrik: