Tempo Gak Harus Dibaca Jika Gak Perlu

ilustrasi

Oleh : Riza Iqbal

Maret 2018, sekitar ± 200 anggota FPI mendatangi kantor Tempo. Mereka menuntut Pimred meminta maaf akibat cover majalah yg bagi mereka sudah menghina ulama dan imam mereka. Cover yg menggambarkan seorang pria bersorban sedang bicara dengan seorang wanita.

Pada kasus itu, kelompok yg berlawanan dgn FPI ramai2 berada dipihak majalah Tempo dan ikut membela. Mereka berdalih bahwa kartun cover tidak menggambarkan sosok HRS. Padahal jika dilihat dari caption pada gambar tersebut, bayangan orang akan tertuju pada HRS, pimpinan FPI yg dianggap lari dari kasus yg sedang dihadapi.

Beberapa hari ini Tempo kembali membuat kegaduhan dgn menampilkan cover yg dianggap menghina sosok Jokowi. Situasi berbalik saat sosok Jokowi dibarengi visual silhouette tokoh Pinokio. Ada caption "Janji Tinggal Janji" yg menggiring opini bhw Jokowi tidak menepati janji atau tukang bohong.

Kali ini yg meradang adalah para pendukung Jokowi sementara para pembenci bersorak sorai dan memuji Tempo. Ironis memang, setahun lalu pembenci Jokowi justru mencaci Tempo dgn segala ilmu caci yg mereka punya.

Padahal jika kita membaca isi berita, kasus cover HRS memang memberitakan tentang batalnya imam FPI tersebut untuk kembali ke Indonesia, sementara isi berita yg covernya gambar Jokowi adalah tentang polemik yg ada di KPK. Apakah media sesenior Tempo tidak paham bahwa Presiden tidak punya kekuatan untuk menyetir KPK?
DPR sebagai lembaga legislatif lah yg mengesahkan aturan main di KPK sementara Presiden hanya sebatas memberi masukan.

Apakah Tempo memang ingin menggiring pembacanya bahwa segala permasalahan yg ada di Indonesia adalah salah Jokowi?
Yang pasti Tempo berhasil menjaring kelompok yg dulu membencinya sekarang menjadi pendukungnya. Tapi bersamaan dgn itu, Tempo juga menuai rasa antipati dari kelompok yg dulu mendukungnya.

Kita tidak tau apa motifnya, apakah Tempo ingin menunjukan diri sebagai media netral?
Entahlah, gw cuma inget lagu rock yg lyriknya berbunyi,

Tempo juga manusia, butuh dagang buat cari makan.....

Sumber : Status Facebook Riza Iqbal

Tuesday, September 17, 2019 - 07:45
Kategori Rubrik: