Tempo Di Mata Saya

Oleh: Birgaldo Sinaga
 

Minat saya membaca Tempo itu tumbuh sejak kecil. Saya masih ingat saat membaca liputan khusus Tempo pada Kapal Tampomas II yang terbakar dan tenggelam pada Januari 1981. Wartawannya Dahlan Iskan mantan Menteri BUMN dan juga owner Grup JPNN.

Liputan ekslusif itu benar benar mempengaruhi publik. Akibatnya kebijakan moda transportasi laut ikut berubah dari kejadian itu.

Saya juga masih ingat bagaimana Tempo melaporkan pembelian alutsista bekas Jerman Timur yang sarat korupsi. Akibatnya Tempo di breidel. Di tutup. Semua itu terjadi pada masa saya kecil dan remaja. Tulisan Tempo mempengaruhi cara berpikir saya dan banyak masyarakat Indonesia terutama saat rezim represif Orba menguasai sistem kehidupan Indonesia. Saat itu Tempo menjadi media paling depan dalam melawan tirani.

Saya tidak memungkiri Tempo banyak menjadikan jurnalisnya menjadi orang berpengaruh. Ketatnya kode etik wartawan Tempo menjadikan Tempo tetap bertahan dari dinamika perubahan bacaan warga yang sangat ketat bersaing.

Saya harus akui, tulisan Tempo mempengaruhi pikiran saya. Kemampuan menulis saya juga banyak saya pelajari dari Tempo. Belajar otodidak dengan membaca teknik menulis investigasi. Saya menyukainya. Ada adrenalin dan kepuasan saat berhasil mengendus dan mencium kasus publik.

Saya bukan jurnalis. Tidak pernah mengikuti kursus atau pelatihan menulis. Saya menjadikan tulisan tulisan Tempo sebagai panduan dalam menulis, terutama teknik laporan investigasi.

Pada akhir tahun 2009, sebuah kasus kematian anak di bawah umur di tahanan polsek Batam Kota terjadi. Polisi mengklaim bunuh diri dengan kaos bajunya yang digantungkan di teralis pintu penjara.

Saya melakukan investigasi. Saya turun kelapangan. Mencari informasi. Mencari bukti bukti. Menemui saksi saksi. Melakukan wawancara. Modal Saya hanya berani sekalipun lawan saya adalah institusi.

Semua investigasi itu saya serahkan kepada salah satu sahabat wartawan media ternama di Batam. Semua nama saksi saksi, bukti bukti saya lampirkan dalam satu bundel.

Saya senang sekali ketika media ternama itu memuat investigasi itu menjadi tulisan ekslusif liputan khusus. Dan semakin senang ketika sahabat saya itu menerima penghargaan Mochtar Lubis Award sebagai tulisan terbaik investigasi.

Membaca laporan utama investigasi Tempo Duit Reklamasi Untuk Teman Teman Ahok edisi minggu ini membuat saya terkejut. Laporan utama ini tidak main main. Isinya begitu telanjang. Menelanjangi siapa sesungguhnya Teman Ahok. Taruhan Tempo sungguh besar sekali. Taruhannya sejarah panjang kredibilitas Tempo.

Dalam perang opini dan psywar politik yang begitu gaduh, banyak publik terkaget kaget. Arus besar suara medsos yg saya tangkap isi berita Tempo itu fitnah. Fitnah untuk menjatuhkan Ahok krn Tempo tdk dpt proyek untuk pilkada tahun 2017. Keuangan Tempo sekarat, jadi Tempo menggunakan kasus Teman Ahok untuk menaikkan rating oplah dan nilai tawarnya.

Begitulah perang propaganda yg terjadi. Begitu keras, tajam dan gaduh.

Tadi pagi, saya mendapat majalah Tempo. Saya membacanya dengan cermat. Saya baca berulang ulang. Membacanya dari banyak perspektif.

Apa yang saya baca dari laporan utama Tempo ini benar benar membuka tabir gelap dibalik Teman Teman Ahok. Saya sungguh terbelalak. Begitu detail dan runut kejadian kejadian yang ditulis Tempo. Sumber sumbernya sahih. Cross chek wawancara juga dilakukan. Konfirmasi saksi mata dan pejabat KPK cocok dan sebangun.

Akhirnya saya mau katakan bahwa laporan utama Tempo ini tidak dapat diragukan kebenarannya. Isinya telah memenuhi kaidah jurnalistik dengan memberi kesempatan kepada nama nama yg disebut Andreas untuk bicara.

Terimakasih Tempo atas perjuangan berdiri teguh membuka kebenaran tetap menyala dalam ruang ruang gelap kekuasaan

Salam

Birgaldo Sinaga

BaraJP Barisan Relawan Jokowi Presiden

 

(Sumber: Indonesiana)

Tuesday, June 21, 2016 - 19:15
Kategori Rubrik: