Tempo dan Simbol Negara

ilustrasi

Oleh : Sofyan Hadi

Ketika sebuah media melansir satu berita, akan ada 2 kelompok yg bereaksi terhadap berita tersebut. Satu kelompok 'smiley' yg setuju dgn judul berita, satu kelompok 'grumpey' yg mungkin saja tersinggung membaca judul berita. Hanya 2 kelompok itu saja..?! Sebenarnya ada kelompok ke-3 yg memiliki massa lebih besar tapi tidak pernah terekspose krn biasanya kelompok ini tidak terlalu bersikap reaktif. Kelompok ini diisi oleh orang-2 yg berpikiran netral, atau pendukung salah satu sisi tapi memiliki nalar analisis yg lebih tajam terhadap informasi yg didapatkan. Kelompok ini bisa berfungsi sebagai penyeimbang krn gaya berpikir yg tidak kolot, lebih kebal indoktrinasi, bebas dan lugas.

Di kedua sisi pendukung inilah TEMPO menanamkan jangkarnya, bebas merilis artikel yg memancing polemik di antara dua kutub, dan tetap aman krn dipastikan akan mendapat dukungan setidaknya dari 1 kutub. Dengan 'menggoyang' 2 kutub TEMPO sukses menjadi magnet bagi pembacanya, bahkan bagi mereka yg tidak akan pernah membacanya. Sudah sekian edisi TEMPO raib dari pasaran krn diborong oleh kelompok tertentu yg tidak ingin isi berita tersebar luas di masyarakat. Sebuah strategi marketing yg cerdik meskipun mengandung resiko.

Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu akan capek juga. Kali ini si tupai makan terlalu banyak dan sedikit mabuk, ngantuk, ngelindur, bermimpi memiliki sayap dan mencoba melompat, melayang melintasi gunung. Edisi "Kerusuhan Sarinah" yg sukses menantang sekelompok orang membuatnya pongah.

Sekarang si tupai mencoba mengguncang ketenangan kolam dan memancing keriuhan di udara. Tupai sombong ini lupa, di kolam tidak cuma ada katak, tapi juga ikan pemangsa...dan di udara ada elang yg siap memburunya. Redaksi tempe ini secara sadar melecehkan simbol negara, menantang rakyat Indonesia yg sedang berusaha menyembuhkan luka persatuan pasca pemilu...

Dan sebagai jawaban atas pelecehan tersebut...
"We raised the storm...be prepare...or die...!!!"

Sumber : Status Facebook Sofyan Hadi

Tuesday, September 17, 2019 - 07:45
Kategori Rubrik: